KABARBURSA.COM - PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp66,59 miliar. BBKP menyebut, capaian laba ini berbalik dari posisi rugi sebesar Rp6,33 triliun pada tahun 2024.
Bank yang berdiri sejak tahun 1970 ini mengklaim, capaian laba ini akan menjadi tonggak penting dalam pencapaian profitabilitas berkelanjutan.
Adapun pendorong capaian laba ini adalah perbaikan fundamental bisnis, terutama dari pendapatan bunga bersih dan penurunan biaya pencadangan.
Kinerja perusahaan berkode saham BBKP ini juga didorong oleh penguatan kualitas aset dan stabilisasi fundamental bisnis yang tercermin dari penurunan rasio kredit berkualitas rendah (loan at risk) menjadi 20,31 persen dari 22,76 persen pada tahun sebelumnya.
Sedangkan untuk pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) KB Bank sebesar Rp1,19 triliun. Pendapatan ini naik 3,40 persen dari Rp1,15 triliun pada tahun sebelumnya. Net interest margin (NIM) juga membaik menjadi 1,43 persen.
Dari sisi likuiditas, rasio loan to deposit ratio (LDR) membaik menjadi 91,07 persen dari 103,26 persen. Sedangkan untuk dana pihak ketiga (DPK) pada giro dan tabungan memperkuat basis pendanaan berbiaya rendah.
KB Bank juga mempertahankan posisi likuiditas dengan liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 220,01 persen dan net stable funding ratio (NSFR) sebesar 101,82 persen, yang berada di atas ketentuan regulator.
Dari sisi permodalan, KB Bank menjaga tingkat permodalan dengan kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 16,25 persen memberi ruang untuk mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.
Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menyampaikan capaian pada tahun 2025 merupakan hasil dari disiplin eksekusi strategi transformasi yang dijalankan secara konsisten selama beberapa tahun terakhir.
Kurnadi menuturkan, pihaknya tidak hanya fokus pada pertumbuhan, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut berkualitas dan berkelanjutan.
“Ke depan, kami menyadari masih terdapat ruang untuk perbaikan, khususnya dalam peningkatan kualitas kredit dan penguatan fundamental bisnis secara keseluruhan. Oleh karena itu, KB Bank akan terus melanjutkan langkah-langkah perbaikan secara prudent, termasuk memperkuat kualitas aset, mendorong pengembangan bisnis berbasis digital, serta mengoptimalkan sinergi dengan KB Financial Group,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat, 3 April 2026.
Ia menambahkan, KB Bank terus menjajaki berbagai inisiatif untuk memperkuat struktur permodalan guna mendukung pertumbuhan usaha yang lebih sehat dan berkelanjutan.
KB Bank juga menyalurkan kredit sebesar Rp44,39 triliun pada tahun 2025 atau tumbuh sebesar Rp41,46 triliun pada tahun lalu. Tak hanya itu, KB Bank juga aktif menyalurkan pembiayaan ke berbagai sektor strategis nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Di sektor properti dan kawasan industri, KB Bank menyuntikkan dana sebesar Rp250 miliar kepada PT Intiland Sejahtera. Di sektor kesehatan, KB Bank menyalurkan pembiayaan sebesar Rp110 miliar kepada PT KAI Medika Indonesia untuk pengembangan fasilitas Brawijaya Hospital.
Di sektor industri, KB Bank berpartisipasi dalam penerbitan instrumen sukuk senilai Rp400 miliar oleh PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk.(*)