Logo
>

Bank Mestika Kejar Status KBMI 2 Sebelum 2028, Kredit Tumbuh tapi Laba Bersih Turun 21 Persen

Berdasarkan paparan perseroan, penyaluran kredit Bank Mestika tumbuh 3,65 persen secara tahunan menjadi Rp11,22 triliun pada 2025.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
Bank Mestika Kejar Status KBMI 2 Sebelum 2028, Kredit Tumbuh tapi Laba Bersih Turun 21 Persen
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD) menargetkan naik kelas menjadi Bank Kelompok Modal Inti (KBMI) 2 sebelum 2028. Target tersebut disampaikan perseroan setelah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 9 Juni 2026 di Medan.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global sepanjang 2025, Bank Mestika mencatat pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK), meski laba bersih mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan paparan perseroan, penyaluran kredit Bank Mestika tumbuh 3,65 persen secara tahunan menjadi Rp11,22 triliun pada 2025. Sementara itu, DPK meningkat 6,85 persen menjadi Rp10,99 triliun. Dari sisi permodalan, ekuitas perseroan juga naik 7,12 persen menjadi Rp5,45 triliun.

Namun, laba bersih Bank Mestika tercatat turun 21 persen menjadi Rp320 miliar dari Rp403 miliar pada 2024. Meski demikian, perseroan menilai kondisi keuangan perusahaan tetap sehat dengan tingkat likuiditas dan permodalan yang kuat.

Presiden Direktur Bank Mestika, Achmad S. Kartasasmita, mengatakan perseroan tetap mampu menjaga kinerja di tengah berbagai tantangan ekonomi global.

"Penyaluran kredit Perseroan tumbuh sebesar 3,65 persen menjadi Rp11,22 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan strategi Perseroan yang berfokus pada kualitas aset dan pertumbuhan yang selektif, bukan ekspansi agresif," ujar Achmad pada Rabu, 10 Juni 2026.

Ia menambahkan, peningkatan DPK menunjukkan kepercayaan nasabah terhadap perseroan masih terjaga meski persaingan industri perbankan semakin ketat.

"Dana Pihak Ketiga meningkat sebesar 6,85 persen yang didukung oleh pertumbuhan dana murah (CASA). Hal ini mencerminkan tingkat kepercayaan nasabah yang tetap kuat terhadap Perseroan," katanya.

Achmad menjelaskan penurunan laba bersih pada 2025 sejalan dengan langkah perusahaan memperkuat pencadangan dan menjaga kualitas aset di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

"Pada tahun 2025, laba bersih tercatat sebesar Rp320 miliar, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan langkah Perseroan dalam memperkuat pencadangan dan menjaga kualitas aset," ucapnya.

Dari sisi rasio keuangan, Bank Mestika mencatat rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 46,49 persen pada 2025, meningkat dibandingkan 44,93 persen pada tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah atau NPL gross berada di level 1,56 persen, sedangkan NPL net tercatat 0,81 persen.

Perseroan juga membukukan rasio profitabilitas yang masih positif dengan ROA sebesar 2,49 persen dan ROE 6,10 persen. Sementara rasio BOPO berada di level 69,42 persen dan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 102,12 persen.

Selain memperkuat kinerja bisnis inti, Bank Mestika terus mendorong transformasi digital melalui pengembangan aplikasi perbankan digital MIND yang diluncurkan pada 2025. 

Perseroan saat ini masih mengevaluasi efektivitas platform tersebut dalam meningkatkan akuisisi nasabah baru, khususnya dari kalangan generasi muda.

Sepanjang 2025, Bank Mestika juga meraih sejumlah penghargaan nasional. Di antaranya penghargaan The Excellent Performance Bank KBMI 1 dari Infobank Media Group, penghargaan The Excellent Performance Bank in 10 Consecutive Years 2015-2024, masuk dalam Top 50 Perusahaan Publik dengan Kapitalisasi Menengah Terbaik 2025 versi Indonesia Institute for Corporate Directorship (IICD), serta penghargaan Top 100 CEO 2025 yang diberikan kepada Achmad S. Kartasasmita.

Sebagai informasi, saham Bank Mestika Dharma (BBMD) saat ini Rabu, 10 Juni 2026 diperdagangkan di level Rp1.955 per saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp7,99 triliun. Perseroan memiliki jumlah saham beredar sebanyak 4,09 miliar lembar dengan porsi saham publik (free float) sebesar 9,07 persen—di bawah aturan baru bursa saham beredar minimal 15 persen. Dalam lima tahun terakhir, harga saham BBMD tercatat menguat sekitar 34,83 persen.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".