KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat kuat pada akhir perdagangan sesi pertama hari ini. Indeks naik tajam 134,58 poin atau sekitar 2,34 persen. Posisi indeks kini bertengger kokoh di level 5.881,23.
Investor asing mencatatkan nilai jual kotor mencapai Rp9,08 triliun pada perdagangan paruh pertama. Aksi jual masif ini cukup menekan sejumlah saham unggulan berkapitalisasi besar.
Secara akumulasi, pasar mencatat jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp2,75 triliun. Angka defisit ini muncul karena nilai beli kotor asing hanya mampu tertahan di level Rp6,32 triliun.
Transaksi pasar hari ini sangat didominasi oleh pergerakan agresif para investor ritel. Hal ini terlihat jelas dari deretan sekuritas atau broker dengan nilai transaksi tertinggi. Broker berpelanggan ritel terbukti sukses menguasai papan perdagangan bursa.
Stockbit Sekuritas Digital dengan kode broker XL memimpin puncak klasemen. Broker ini sukses mencatatkan total nilai transaksi sebesar Rp5,15 triliun. Angka fantastis ini menjadi nilai tertinggi di seluruh pasar saham.
Posisi kedua dihuni oleh perusahaan sekuritas asing yaitu UBS Sekuritas Indonesia. Broker berkode AK ini membukukan transaksi jumbo senilai Rp5,03 triliun. Mandiri Sekuritas menyusul ketat di tempat ketiga dengan raupan Rp4,23 triliun.
Maybank Sekuritas Indonesia mantap berada di urutan keempat daftar broker teraktif. Perusahaan ini memfasilitasi transaksi investor sebesar Rp2,88 triliun. CGS International Sekuritas mengekor di belakangnya dengan catatan nilai transaksi Rp2,18 triliun.
Perusahaan sekuritas ritel raksasa lainnya turut meramaikan hiruk-pikuk pasar modal. Mirae Asset Sekuritas Indonesia berhasil mencatat total transaksi Rp2,14 triliun. J.P. Morgan Sekuritas Indonesia mengamankan posisi berikutnya dengan nilai Rp1,63 triliun.
Indo Premier Sekuritas juga menunjukkan tajinya dengan menorehkan angka transaksi Rp1,54 triliun. Ajaib Sekuritas Asia tidak mau kalah dengan mencatat nilai Rp1,28 triliun. Kehadiran sekuritas ini makin menegaskan dominasi ritel hari ini.
Pergerakan IHSG terpantau sangat dinamis dan fluktuatif sepanjang sesi pertama. Indeks acuan ini sempat menyentuh level tertinggi di angka 5.939,35. Level terendah indeks tercatat berada pada posisi 5.677,97 pagi tadi.
Total nilai transaksi seluruh pasar menembus angka yang sangat mengesankan. Angkanya sukses mencapai Rp19,94 triliun hanya dalam setengah hari perdagangan. Pasar reguler menjadi penyumbang utama dengan nilai sebesar Rp18,75 triliun.
Volume perdagangan saham hari ini mencapai total 316,81 juta lot. Aktivitas jual beli ini melibatkan 2,04 juta kali frekuensi transaksi. Antusiasme dan gairah pelaku pasar domestik terlihat sangat tinggi.
Gerak Saham-saham di Sesi I
Saham sektor perbankan ternyata menjadi sasaran utama aksi ambil untung investor asing. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memimpin daftar jual asing. Asing membuang saham BBRI dengan nilai fantastis Rp461,46 miliar.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berada tepat di urutan kedua. Saham emiten petrokimia milik taipan ini dilego asing sebesar Rp315,07 miliar. Volume saham TPIA yang dibuang ke pasar mencapai 159,95 juta lembar.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga tidak luput dari besarnya tekanan jual. Investor asing melepas saham bank swasta raksasa ini senilai Rp279,71 miliar. Aksi pelepasan barang ini melibatkan volume 52,12 juta lembar saham.
Tekanan berlanjut pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatat net sell Rp165,94 miliar. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turut menyusul dengan nilai jual bersih asing mencapai Rp142,60 miliar.
Saham perusahaan batu bara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga banyak dilepas. Nilai jual bersih asing di emiten ini menyentuh angka Rp113,38 miliar. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dilego sebesar Rp98,17 miliar.
Aksi buang barang oleh asing turut menyasar beberapa emiten besar lainnya di lantai bursa. Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dilepas senilai Rp85,41 miliar. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan jual bersih Rp77,33 miliar.
Di sisi lain, pemodal asing ternyata masih memburu beberapa saham unggulan pilihan. Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) memimpin daftar beli bersih asing. Nilai beli bersih saham perusahaan ritel ini mencapai Rp3,59 miliar.
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) sukses mencatat angka net buy asing sebesar Rp3,55 miliar. Saham produsen barang konsumsi PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) juga diborong asing senilai Rp3,43 miliar hari ini.
Saham emiten properti PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dibeli asing dengan nilai Rp2,48 miliar. Emiten sektor telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) turut mencatat nilai beli bersih asing mencapai angka Rp2,37 miliar.(*)