Logo
>

Baru Sehari Disiram Asing, BUMI Tandus Lagi

Sehari setelah mencatatkan lonjakan harga dan net foreign buy besar, saham BUMI kembali tertekan dengan arus jual asing yang mendominasi dan mendorong koreksi tajam pada sesi pertama perdagangan.

Ditulis oleh Yunila Wati
Baru Sehari Disiram Asing, BUMI Tandus Lagi
Saham BUMI tergerus lagi, asing banyak melepas emiten batu bara tersebut. Foto: Minetech Indonesia..

KABARBURSA.COM - Pergerakan saham Bumi Resources (BUMI) pada perdagangan hari ini memperlihatkan perubahan arah yang tajam setelah sempat tersentuh arus beli asing sehari sebelumnya. 

Data transaksi dan pergerakan harga intraday menunjukkan bahwa sokongan asing tersebut tidak bertahan lama, dengan tekanan jual kembali mendominasi sejak awal sesi.

Hingga pukul 13.50 WIB perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, harga BUMI berada di level 248, turun 16 poin atau terkoreksi 6,06 persen. Grafik intraday memperlihatkan tekanan jual yang muncul sejak pembukaan. 

Setelah sempat bergerak di area atas pada awal perdagangan, harga BUMI cepat kehilangan tenaga dan turun ke kisaran bawah, lalu bergerak datar dalam rentang sempit hingga mendekati akhir sesi pertama. Pola ini mencerminkan absennya dorongan beli lanjutan yang biasanya dibutuhkan untuk menjaga momentum setelah reli singkat.

Tekanan tersebut sejalan dengan data transaksi asing yang kembali berbalik arah. Sepanjang sesi, asing mencatatkan penjualan sebesar 2.374.006.400 saham, jauh melampaui pembelian yang hanya mencapai 686.802.600 saham. 

Selisih keduanya menghasilkan net foreign sell sebesar 1.687.203.800 saham. Angka ini menunjukkan bahwa arus dana asing yang masuk sehari sebelumnya bersifat sangat jangka pendek dan tidak berlanjut menjadi akumulasi.

Volume perdagangan BUMI tercatat sangat besar, mencapai 7,26 miliar saham, bahkan masih berada di bawah rata-rata volume harian sebesar 8,41 miliar saham. Tingginya volume di tengah koreksi harga mengindikasikan bahwa tekanan jual terjadi secara masif dan melibatkan banyak pelaku pasar, bukan sekadar transaksi tipis. 

Namun, besarnya volume tersebut tidak diikuti dengan penguatan harga, menandakan dominasi pasokan saham di pasar.

Kombinasi antara grafik harga yang melemah sejak pagi, volume besar, serta net foreign sell yang sangat dalam menggambarkan kondisi di mana minat beli asing tidak bertahan. Setelah satu hari menjadi sasaran pembelian, BUMI kembali kehilangan daya tarik di mata investor global. 

Aliran dana asing terlihat cepat berpindah, meninggalkan saham ini kembali berada di bawah tekanan.

Pergerakan ini menegaskan karakter perdagangan BUMI yang masih sangat sensitif terhadap arus dana jangka pendek. Tanpa keberlanjutan akumulasi, reli singkat mudah teredam oleh aksi jual lanjutan. 

Pada sesi ini, pasar mencerminkan bahwa dukungan asing yang sempat muncul belum cukup kuat untuk mengubah arah pergerakan secara lebih stabil, sehingga BUMI kembali tertekan dan bergerak lesu di tengah derasnya transaksi.

Sebelumnya diberitakan, BUMI, pada perdagangan Selasa, 3 Februari 2026. Harga BUMI melonjak tajam dan menyentuh batas auto rejection atas (ARA), menguat 22 poin atau 10 persen ke level 242. 

Penguatan harga tersebut berlangsung seiring dengan derasnya aliran dana asing di pasar reguler. Data perdagangan menunjukkan total pembelian asing mencapai 3,17 miliar saham, sementara penjualan asing tercatat 1,51 miliar saham. 

Dengan demikian, BUMI mencatatkan net foreign buy sebesar 1,66 miliar saham. Arus beli asing yang signifikan ini menjadi salah satu faktor utama yang menopang lonjakan harga dan memperkuat struktur permintaan sepanjang sesi perdagangan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79