Logo
>

BBCA Bergerak di Area 6.700-7.100, Asing Masih Kuat Masuk

Sepanjang Maret 2026 saham BBCA bergerak dalam rentang 6.700–7.125 dengan aktivitas transaksi tinggi. Arus dana asing tercatat aktif dengan pergantian net buy dan net sell dalam beberapa sesi perdagangan.

Ditulis oleh Yunila Wati
BBCA Bergerak di Area 6.700-7.100, Asing Masih Kuat Masuk
Jelang pembagian dividen, saham BBCA bergerak melemah. Sepanjang Maret, BBCA berada di rentang 6.700 sampai 7.100. (Foto: Dok BCA)

KABARBURSA.COM - Pergerakan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sepanjang Maret 2026 menunjukkan fluktuasi dalam rentang relatif terbatas dengan aktivitas transaksi yang tetap tinggi di pasar reguler. Asing masih kuat beraktivitas.

Hingga pertengahan bulan, saham BBCA bergerak dari area di atas 7.000 menuju kisaran 6.800 dengan arus dana asing yang tercatat aktif dalam beberapa sesi perdagangan.

Pada awal bulan, saham BBCA masih berada di area atas rentang perdagangan. Pada 2 Maret, harga ditutup di level 7.025 setelah sempat bergerak dalam rentang 6.975 hingga 7.150. Nilai transaksi pada hari tersebut tercatat sekitar Rp1,10 triliun dengan volume sekitar 1,56 juta lot serta frekuensi transaksi sekitar 62.970 kali.

Pergerakan harga sempat kembali menguat pada 3 Maret dengan penutupan di level 7.075 setelah menyentuh level tertinggi intraday di 7.125. Nilai transaksi pada hari tersebut berada di kisaran Rp728,93 miliar dengan volume sekitar 1,03 juta lot. Investor asing pada sesi ini mencatat pembelian bersih sekitar Rp6,05 miliar.

Tekanan mulai terlihat pada 4 Maret ketika saham BBCA turun ke level 6.875 setelah bergerak dari pembukaan di 7.075. Aktivitas perdagangan pada hari tersebut menjadi salah satu yang paling tinggi sepanjang periode ini dengan volume mencapai sekitar 2,17 juta lot.

Frekuensi transaksi tercatat sekitar 99.520 kali, dan nilai transaksi sekitar Rp1,50 triliun. Data transaksi menunjukkan investor asing mencatat penjualan bersih sekitar Rp573,43 miliar pada sesi tersebut.

Saham BBCA kemudian kembali menguat pada 5 Maret dan ditutup di level 7.100 atau naik sekitar 225 poin dibandingkan penutupan sebelumnya. Aktivitas transaksi tercatat sekitar Rp778,36 miliar dengan volume sekitar 1,10 juta lot. Pada hari tersebut investor asing mencatat pembelian bersih sekitar Rp148,24 miliar.

Memasuki pekan berikutnya, pergerakan harga kembali mengalami tekanan. Pada 6 Maret saham BBCA turun ke level 7.000 dengan nilai transaksi sekitar Rp722,92 miliar serta volume sekitar 1,03 juta lot. Investor asing pada sesi ini mencatat penjualan bersih sekitar Rp91,67 miliar.

Tekanan jual juga terlihat pada 9 Maret ketika saham BBCA kembali turun dan ditutup di level 6.875. Nilai transaksi pada hari tersebut mencapai sekitar Rp1,03 triliun dengan volume sekitar 1,50 juta lot serta frekuensi transaksi sekitar 56.150 kali. Data transaksi menunjukkan investor asing mencatat net sell sekitar Rp106,84 miliar.

Pada 10 Maret saham BBCA kembali menguat dan ditutup di level 6.975 setelah bergerak dalam rentang 6.925 hingga 7.050. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp906,26 miliar dengan volume sekitar 1,30 juta lot. Meski harga naik, investor asing masih mencatat penjualan bersih sekitar Rp32,82 miliar.

Tekanan jual asing paling besar pada periode pertengahan bulan terjadi pada 11 Maret. Pada hari tersebut BBCA ditutup di level 6.825 setelah bergerak dalam rentang 6.825 hingga 7.000. Volume perdagangan tercatat sekitar 919 ribu lot dengan frekuensi sekitar 42.690 kali. Investor asing mencatat penjualan bersih sekitar Rp261,93 miliar.

Sehari kemudian pada 12 Maret, saham BBCA kembali menguat ke level 6.900 setelah sempat bergerak hingga 7.025 pada intraday. Aktivitas perdagangan mencatat volume sekitar 987 ribu lot dengan frekuensi sekitar 31.630 kali. Pada sesi ini investor asing mencatat pembelian bersih sekitar Rp95,99 miliar.

Pergerakan pada 13 Maret menunjukkan pelemahan terbatas dengan penutupan di level 6.875. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp745,79 miliar dengan volume sekitar 1,08 juta lot serta frekuensi transaksi sekitar 33.200 kali. Investor asing pada hari tersebut masih mencatat pembelian bersih sekitar Rp32,03 miliar.

Memasuki perdagangan 16 Maret, saham BBCA diperdagangkan di kisaran 6.800 setelah dibuka di level 6.850 dan sempat menyentuh level tertinggi intraday di 6.875. Harga terendah pada sesi tersebut berada di area 6.700 dengan rata-rata transaksi berada di kisaran 6.777.

Secara keseluruhan sejak awal Maret hingga pertengahan bulan, saham BBCA bergerak dari level 7.025 menuju kisaran 6.800 dengan rentang perdagangan harian yang relatif stabil di antara 6.700 hingga 7.125. 

Aktivitas transaksi selama periode ini umumnya berada di kisaran 900 ribu hingga 1,5 juta lot per hari, dengan nilai transaksi yang dalam beberapa sesi mencapai lebih dari Rp1 triliun.

Data aliran dana juga menunjukkan aktivitas investor asing yang cukup aktif dengan nilai transaksi ratusan miliar hingga lebih dari Rp1 triliun per sesi. Arus keluar asing tercatat pada beberapa hari seperti 4 Maret dan 11 Maret. 

Sementara, pembelian bersih muncul pada sesi lain seperti 5 Maret dan 12 Maret seiring dengan fluktuasi harga saham BBCA di pasar reguler Bursa Efek Indonesia.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79