KABARBURSA.COM – Para investor Sentul City (BKSL) baru saja mendapat kabar gembira. BKSL menyampaikan bahwa gugatan pailit yang diajukan terhadap Perseroan, resmi dicabut oleh pemohon. Pasar merespons berita itu dengan cepat, harga langsung ngegas.
Pencabutan tersebut tercatat dalam perkara Nomor 1/Pdt.Sus-Pailit-Pembatalan Perdamaian/2026/PN Niaga Jkt.Pst., juncto Nomor 24/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Niaga Jkt.Pst., yang sebelumnya diajukan oleh Eddon Pratama Wijayaputra terhadap Sentul City.
Berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, majelis hakim mengabulkan permohonan pencabutan perkara dan menyatakan permohonan yang terdaftar sejak 12 Januari 2026 resmi dicabut.
Selanjutnya, memerintahkan Panitera Pengadilan Niaga mencatat pencabutan dalam register perkara kepailitan, serta menghukum penggugat membayar biaya perkara sebesar Rp1.406.000. Dengan penetapan tersebut, proses hukum terkait pembatalan perdamaian terhadap BKSL dinyatakan dihentikan.
Sebelumnya, permohonan pembatalan perdamaian diajukan dengan dalil perseroan lalai memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Perjanjian Perdamaian yang telah dihomologasi. Corporate Secretary BKSL Supriyana, menyatakan bahwa sejak proses homologasi hingga saat ini, perseroan telah melaksanakan seluruh kewajiban sesuai ketentuan perjanjian dengan itikad baik.
Saham Naik 0,73 Persen
Seiring dengan perkembangan tersebut, saham BKSL bergerak aktif di pasar reguler. Pada perdagangan terakhir, saham ditutup di level 138 atau naik 1 poin setara 0,73 persen dari harga sebelumnya 137.
Sepanjang sesi, harga bergerak dalam rentang 133 hingga 139, dengan harga rata-rata 136. Adapun nilai transaksi yang berhasil dikumpulkan hingga sesi pertama perdagangan tercatat sebesar Rp31,8 miliar dengan volume mencapai 2,33 juta lot.
Total frekuensi transaksi tercatat 3.737 kali di sisi bid dan 5.224 kali di sisi offer, dengan total lot antrian beli sebanyak 2.636.738 lot dan antrian jual sebesar 5.328.262 lot. Level bid teratas berada di harga 137 dengan 9.496 lot, sementara offer teratas di harga 138 dengan 81.371 lot.
Batas auto rejection atas (ARA) berada di 184 dan batas auto rejection bawah (ARB) di 117, sehingga pergerakan harga berada dalam rentang normal perdagangan. Aktivitas transaksi menunjukkan likuiditas yang meningkat dibandingkan pergerakan harga yang relatif terbatas dalam satu sesi perdagangan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.