Logo
>

Belum Ada Tanda Rebound, Bitcoin Semakin Tersungkur

Bitcoin turun ke USD65.881 dan BTC/IDR di Rp1,10 miliar, volatilitas tinggi berlanjut di tengah koreksi pasar kripto dan tekanan kinerja perusahaan tambang kripto.

Ditulis oleh Yunila Wati
Belum Ada Tanda Rebound, Bitcoin Semakin Tersungkur
Belum terlihat adanya tanda-tanda rebound Bitcoin, sementara nasib American Bitcoin milik Trump terus tersungkur. (Foto: AI untuk KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Harga Bitcoin kembali berada dalam tekanan. Pada perdagangan Sabtu, 28 Februari 2026, Bitcoin diperdagangkan di level USD65.881,99 atau turun 1.354,68 poin setara 2,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Secara intraday, Bitcoin sempat dibuka di level USD67.236,67 dan bergerak dalam rentang yang cukup lebar dengan level tertinggi USD68.223,07 serta terendah USD64.942,87. Rentang pergerakan lebih dari US$3.000 dalam satu sesi ini mencerminkan volatilitas yang masih tinggi di tengah fase koreksi pasar kripto 2026. 

Tekanan jual terlihat konsisten sejak harga gagal mempertahankan area di atas USD68.000, sebelum akhirnya bergerak turun mendekati area USD65.000.

Pergerakan ini terjadi dalam konteks tren korektif yang lebih luas. Sejak mencatatkan level tertinggi di atas USD126.000 pada 2025, harga Bitcoin telah mengalami penurunan tajam dan kini berada di kisaran separuh dari puncaknya. 

Koreksi tersebut turut berdampak pada emiten dan perusahaan yang memiliki eksposur langsung terhadap aset kripto, termasuk perusahaan penambangan.

Nasib American Bitcoin

American Bitcoin, perusahaan penambangan kripto yang didukung keluarga Donald Trump, melaporkan kerugian sebesar USD59 juta pada kuartal IV-2025. Sepanjang tahun, perusahaan juga mencatatkan kerugian belum terealisasi sebesar USD227 juta akibat penurunan nilai cadangan Bitcoin yang dimiliki. 

Di saat yang sama, harga saham perusahaan tersebut dilaporkan turun hampir 90 persen dari puncaknya pada September 2025, sejalan dengan penurunan tajam harga aset digital.

Tekanan pada perusahaan penambangan mencerminkan sensitivitas model bisnis terhadap fluktuasi harga Bitcoin. Ketika harga bergerak turun tajam, nilai aset cadangan yang tercatat dalam neraca ikut tergerus, sementara biaya operasional seperti energi dan infrastruktur relatif tetap. 

Kondisi ini memperbesar dampak koreksi harga terhadap kinerja keuangan perusahaan sektor kripto.

Sentimen pasar saat ini masih dipengaruhi oleh kombinasi faktor makro dan internal industri. Di satu sisi, volatilitas harga Bitcoin tetap tinggi dengan pergerakan intraday yang lebar. 

Di sisi lain, laporan kinerja perusahaan penambangan dan penurunan nilai saham sektor terkait memperkuat persepsi risiko di kalangan investor.

Dengan harga yang kini berada di bawah USD66.000 dan masih bergerak di rentang volatilitas yang signifikan, pelaku pasar memantau kemampuan Bitcoin untuk bertahan di atas area USD65.000 sebagai level psikologis jangka pendek. 

Dinamika harga selanjutnya akan sangat ditentukan oleh arus likuiditas, sentimen risiko global, serta respons investor terhadap perkembangan fundamental di industri kripto dan pasar keuangan secara lebih luas.

BTC dalam Denominasi Rupiah

Sementara itu, pergerakan Bitcoin dalam denominasi rupiah juga mencerminkan tekanan yang sejalan dengan pelemahan harga global. Pada perdagangan pagi hari ini, BTC/IDR tercatat di level Rp1.109.100.000 atau turun Rp21.202.000, setara 1,88 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp1.130.302.000.

Secara intraday, harga dibuka di Rp1.130.302.000 dan sempat bergerak naik hingga menyentuh level tertinggi Rp1.145.000.000 sebelum akhirnya berbalik arah dan turun ke level terendah Rp1.095.348.000. 

Rentang pergerakan lebih dari Rp49 juta dalam satu sesi menunjukkan volatilitas yang tetap tinggi di pasar kripto domestik.

Volume transaksi tercatat sebesar 18,38410746 BTC, mencerminkan aktivitas perdagangan yang tetap berjalan di tengah tekanan harga.

Koreksi dalam rupiah ini terjadi bersamaan dengan pelemahan harga Bitcoin global yang bergerak di kisaran USD65.000–USD66.000, sehingga pergerakan domestik lebih banyak dipengaruhi faktor harga acuan internasional.

Dengan harga yang kini berada di bawah Rp1,11 miliar per koin, pelaku pasar memantau area Rp1,09 miliar hingga Rp1,10 miliar sebagai zona yang sempat diuji dalam sesi perdagangan terakhir. Dinamika pergerakan selanjutnya tetap dipengaruhi oleh fluktuasi harga global serta sentimen risiko di pasar kripto secara keseluruhan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79