Logo
>

Bitcoin Bergerak Tipis di Tengah Pengurangan Eksposur Harvard

BTC menguat tipis ke USD66.900 dan Rp1,13 miliar saat Harvard memangkas 21 persen kepemilikan ETF Bitcoin IBIT dan mulai mengambil posisi di Ethereum.

Ditulis oleh Yunila Wati
Bitcoin Bergerak Tipis di Tengah Pengurangan Eksposur Harvard
Hari ini, Bitcoin bergerak naik meskipun tekanan Harvard University cukup besar. (Foto: Unsplash/Kanchanara)

KABARBURSA.COM –Bitcoin (BTC) hari ini membuka perdagangan dengan penguatan terbatas. Bitcoin bergerak tipis, baik dalam denominasi rupiah maupun dolar Amerika Serikat. Volatilitas intraday relatif terkendali di tengah fase konsolidasi jangka pendek.

Pada perdagangan Jumat pagi, 20 Februari 2026, Bitcoin terhadap rupiah (BTC/IDR) berada di level Rp1.130.780.065,20 atau menguat 0,60 persen dengan kenaikan nominal sekitar Rp6,71 juta dibanding penutupan sebelumnya di kisaran Rp1,124 miliar. 

Sementara itu, secara global, BTC diperdagangkan di level USD66.932,25 atau naik 0,77 persen, dengan kenaikan harian sekitar USD512. Harga pembukaan tercatat di USD66.419,78, dengan level tertinggi harian di USD67.288,22 dan terendah di USD65.604,63. 

Posisi terakhir berada dekat area atas rentang harian, yang menunjukkan tekanan beli relatif dominan pada akhir sesi.

Jika dilihat dari grafik harian (timeframe 1D), struktur pergerakan global Bitcoin masih berada dalam tren menurun sejak puncak di atas USD120.000 pada kuartal sebelumnya. Dalam beberapa pekan terakhir, harga bergerak di bawah area USD100.000 dan membentuk rangkaian lower high serta lower low hingga sempat menyentuh area di bawah USD70.000 pada awal Februari.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, terlihat fase konsolidasi di kisaran USD65.000–USD70.000. Kenaikan hari ini membawa harga kembali mendekati batas atas rentang tersebut. 

Volume perdagangan pada sesi terbaru menunjukkan peningkatan dibanding beberapa hari sebelumnya, meski belum kembali ke level lonjakan volume yang terjadi saat penurunan tajam awal bulan.

Dengan posisi harga saat ini di sekitar USD66.900 dan mendekati area tertinggi intraday USD67.288, pergerakan sepanjang hari secara global cenderung mengarah ke penguatan terbatas dalam fase konsolidasi. 

Harga bergerak naik dari area low harian dan bertahan di atas level pembukaan.

Pergerakan Koin Lainnya

Pergerakan altcoin utama terhadap rupiah menunjukkan dinamika yang beragam. Ether (ETH/IDR) berada di Rp32.905.908,44 atau turun tipis 0,0092 persen. 

Litecoin (LTC/IDR) melemah 0,092 persen ke Rp889.051,61. Dogecoin (DOGE/IDR) terkoreksi 0,79 persen ke Rp1.656,0211, sedangkan Cardano (ADA/IDR) turun 0,42 persen ke Rp4.605,2082.

Penguatan Bitcoin tidak sepenuhnya diikuti oleh altcoin utama, dengan sebagian besar koin alternatif mencatat pelemahan tipis terhadap rupiah.

Secara keseluruhan, dalam denominasi rupiah, penguatan BTC dipengaruhi kombinasi kenaikan harga global dan dinamika nilai tukar dolar terhadap rupiah. Sementara itu, secara global, pergerakan harian menunjukkan rebound intraday dan penguatan moderat dalam kerangka konsolidasi yang lebih luas di bawah level psikologis USD70.000.

Struktur harga saat ini menempatkan Bitcoin dalam fase stabilisasi jangka pendek setelah penurunan tajam sebelumnya, dengan aktivitas volume yang mulai meningkat namun belum menunjukkan lonjakan signifikan seperti pada fase distribusi sebelumnya.

Pengurangan Eksposur Bitcoin

Sementara itu, pergerakan positif Bitcoin pada hari ini terjadi di Tengah aksi Harvard University yang mengurangi eksposur terhadap Bitcoin. Aksi tersebut dilakukan melalui instrumen exchange-traded fund (ETF).

Untuk pertama kalinya pula, Harvard tercatat memiliki posisi di Ethereum, berdasarkan dokumen 13F terbaru yang dirilis pada Jumat waktu setempat.

Berdasarkan laporan tersebut, Harvard Management Company—entitas yang mengelola aset keuangan universitas—memegang 5,35 juta saham iShares Bitcoin Trust ETF (IBIT) per 31 Desember. Jumlah ini turun 21 persen dibanding kuartal sebelumnya.

Dengan harga IBIT sebesar USD49,65 pada akhir Desember, nilai kepemilikan tersebut mencapai sekitar USD265,80 juta. Meski terjadi pengurangan, IBIT tetap menjadi posisi terbesar dalam portofolio Harvard, dengan porsi 12,78 persen dari total aset yang dilaporkan dalam pengajuan 13F.

IBIT merupakan salah satu ETF spot Bitcoin terbesar di pasar Amerika Serikat. Pergerakan harga IBIT sangat berkorelasi dengan harga Bitcoin global, sehingga perubahan kepemilikan ETF ini mencerminkan penyesuaian terhadap aset dasar kripto tersebut.

Ambil Posisi di Ethereum

Selain pengurangan pada Bitcoin, laporan 13F juga menunjukkan bahwa Harvard mulai mengambil posisi di Ethereum untuk pertama kalinya. Dokumen tersebut tidak merinci alasan strategis di balik langkah ini, namun secara data menandai perluasan eksposur dari satu aset kripto utama ke aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar.

Ethereum memiliki karakteristik berbeda dibanding Bitcoin, terutama dari sisi utilitas jaringan, kontrak pintar (smart contract), serta ekosistem aplikasi terdesentralisasi. Namun dalam konteks laporan 13F, yang tercatat adalah kepemilikan instrumen investasi, bukan eksposur langsung ke token kripto.

Perubahan alokasi tersebut memicu perhatian pelaku pasar kripto. Pendiri Binance Changpeng Zhao, menyampaikan spekulasi bahwa langkah ini dapat membuka kemungkinan rotasi lebih lanjut ke aset kripto lain atau altcoin.

Namun, meskipun terjadi pengurangan, fakta bahwa IBIT masih menyumbang 12,78 persen dari total portofolio menunjukkan bahwa Bitcoin tetap menjadi eksposur terbesar Harvard dalam kategori yang dilaporkan.

Rebalancing sebesar 21 persen dalam satu kuartal mengindikasikan penyesuaian proporsi, bukan pelepasan total. Di sisi lain, masuknya Ethereum untuk pertama kali memperlihatkan perluasan cakupan aset digital dalam strategi investasi institusi tersebut.

Data ini menempatkan Harvard sebagai salah satu institusi pendidikan dengan eksposur signifikan terhadap ETF Bitcoin, sekaligus mulai membangun posisi di Ethereum.

Secara keseluruhan, berdasarkan laporan 13F per 31 Desember, yang terjadi adalah pengurangan kepemilikan ETF Bitcoin sebesar 21 persen, mempertahankan IBIT sebagai posisi terbesar portofolio, serta penambahan eksposur awal terhadap Ethereum di tengah dinamika pasar kripto global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79