Logo
>

Bitcoin Diprediksi Jatuh Lebih Dalam, 2026 Pasar Kripto Ambruk?

Tekanan jual masif dan jebolnya level teknikal utama memicu evaluasi ulang sentimen pasar, saat likuiditas keluar dari Bitcoin dan aset kripto utama lainnya.

Ditulis oleh Yunila Wati
Bitcoin Diprediksi Jatuh Lebih Dalam, 2026 Pasar Kripto Ambruk?
Bitcoin terus meluncur deras, seperti kehilangan kepercayaan. Foto: Freepik.

KABARBURSA.COM - Tekanan jual di pasar kripto pada perdagangan Jumat pagi, 6 Februari 2026, lebih agresif dibandingkan sesi-sesi sebelumnya. Bitcoin bergerak jatuh cepat dan menembus beberapa area teknikal penting dalam satu tarikan napas.

Fase distribusi tampak semakin matang setelah tren penurunan yang berlangsung sejak kuartal IV tahun lalu.

Pada pukul 06.10 WIB, harga Bitcoin berada di kisaran USD64.300, setelah sempat menyentuh area lebih rendah di sekitar USD62.300. Pergerakan ini menempatkan Bitcoin di level terendah sejak November 2024 dan mengonfirmasi pelepasan tekanan jual yang tertahan selama beberapa pekan terakhir. 

Penurunan harian di atas 11 persen terjadi bersamaan dengan lonjakan volume, yang menandakan aksi keluar massal dan bukan sekadar koreksi teknikal biasa.

Struktur pergerakan harga memperlihatkan bahwa pelemahan kali ini bukan kejadian terisolasi. Sejak mencetak puncak di atas USD126.000 pada Oktober lalu, Bitcoin bergerak dalam kanal menurun yang rapi, dengan puncak-puncak yang terus lebih rendah dan dasar yang secara bertahap ditembus. 

Jebolnya area psikologis USD70.000 pada Kamis, 5 Februari 2026, menjadi pemicu utama percepatan penurunan. Sebab, level tersebut selama ini berfungsi sebagai penopang sentimen dan referensi banyak pelaku pasar jangka menengah.

Area Resistensi Kuat

Dari sudut pandang teknikal harian, zona USD68.000–70.000 kini berubah fungsi menjadi area resistensi kuat. Selama harga bergerak di bawah rentang tersebut, setiap rebound berpotensi diperlakukan sebagai pullback dalam tren turun, bukan menjadi awal pembalikan arah. 

Tekanan jual yang mendorong harga mendekati USD62.000 juga membuka ruang uji area kunci berikutnya di kisaran USD60.000–61.000, yang pada grafik jangka menengah terlihat sebagai area konsolidasi lama sebelum reli besar pada pertengahan 2024. 

Penembusan bersih di bawah zona ini akan membawa Bitcoin memasuki wilayah harga yang lebih rapuh secara psikologis, karena minimnya referensi support historis yang kuat di bawahnya.

Dari sisi sentimen, narasi Bitcoin sebagai penyimpan nilai alternatif kembali diuji. Dalam beberapa episode ketidakpastian global terakhir, pergerakan Bitcoin justru sejalan dengan aset berisiko, bukan berlawanan arah seperti emas. 

Perbandingan kinerja tahunan semakin mempertegas hal ini. Saat harga emas mencatatkan kenaikan tajam dalam setahun terakhir, Bitcoin justru terkoreksi hampir 30 persen, sebuah divergensi yang memperlemah argumen “emas digital” di mata investor institusional.

Evaluasi ulang ini tercermin dalam pandangan analis global. Penilaian bahwa minat investor tradisional mulai memudar sejalan dengan pola penjualan yang konsisten, bukan reaksi sesaat terhadap satu berita atau peristiwa. 

Tekanan yang terjadi saat ini lebih menyerupai fase penyesuaian ekspektasi, di mana valuasi kripto kembali diuji berdasarkan utilitas dan adopsi nyata, bukan semata narasi pertumbuhan jangka panjang.

Dalam jangka sangat pendek, arah pergerakan Bitcoin akan sangat ditentukan oleh respons pasar di area USD60.000–62.000. Bertahannya harga di atas zona ini berpotensi menciptakan fase konsolidasi sementara setelah penurunan tajam. 

Namun, selama tekanan jual masih didukung volume besar dan sentimen risiko global tetap rapuh, ruang volatilitas ke bawah tetap terbuka. 

Koin Lainnya Ikut Ambruk

Kondisi pasar yang rapuh ini tidak hanya tercermin pada Bitcoin, tetapi juga menyebar ke seluruh aset kripto utama. Kapitalisasi pasar kripto global turun lebih dari 10 persen menjadi sekitar USD2,2 triliun, menandakan bahwa tekanan bersifat sistemik. 

Indeks CoinDesk 20 yang anjlok hampir 12 persen memperlihatkan pelemahan merata, dengan Ethereum turun ke bawah USD1.900, Solana jatuh ke area USD80, dan Dogecoin kembali ke level satu digit sen. 

Pergerakan serentak ini menunjukkan bahwa likuiditas keluar dari kelas aset kripto secara menyeluruh, bukan rotasi internal antar-token.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79