Logo
>

Bos Garudafood Serok 40 Juta Saham Jelang Dividen, Segini Potensi Cuannya

Aksi beli dilakukan jelang pembagian dividen saat laba perusahaan masih tumbuh dua digit.

Ditulis oleh Yunila Wati
Bos Garudafood Serok 40 Juta Saham Jelang Dividen, Segini Potensi Cuannya
Bos Garudafood melakukan aksi borong saham jelang pembagian dividen, 20 Mei 2026. Aksi ini memberinya potensi mendapatkan cuan sekitar Rp4,87 miliar. (Foto: dok Garudafood Putra Putri Jaya)

KABARBURSA.COM – Direktur Utama PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) Hardianto Atmadja melakukan aksi menarik jelang pembagian dividen 20 Mei 2026. Hardianto tercatat menambah kepemilikan saham sebanyak 40 juta lembar pada harga Rp310 per saham pada 28 April 2026.

Transaksi ini membuat total kepemilikan Hardianto meningkat menjadi 448,37 juta saham atau setara 1,22 persen, dari sebelumnya 408,37 juta saham atau 1,11 persen. Aksi ini dilakukan dengan tujuan investasi langsung, sebagaimana disampaikan dalam keterbukaan informasi.

Langkah tersebut terjadi berdekatan dengan agenda pembagian dividen tahun buku 2025. GOOD menetapkan dividen sebesar Rp350,34 miliar atau Rp9,5 per saham, dengan rasio pembayaran mencapai 50,9 persen dari laba bersih.

Di sisi lain, Hartono Atmadja yang tercatat sebagai komisaris sekaligus pengendali juga berada dalam posisi yang diuntungkan dari distribusi dividen ini. Dengan kepemilikan sebesar 512,72 juta saham atau sekitar 1,38 persen, nilai dividen yang berpotensi diterima mencapai sekitar Rp4,87 miliar.

Pembagian dividen ini didukung oleh kinerja keuangan yang masih menunjukkan pertumbuhan. GOOD mencatat laba bersih sebesar Rp688,65 miliar pada 2025, meningkat 10,28 persen dibandingkan Rp624,47 miliar pada tahun sebelumnya.

Secara struktur keuangan, pembagian dividen tersebut bersumber dari total ekuitas perusahaan sebesar Rp4,36 triliun dan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp2,59 triliun. Komposisi ini menjadi dasar distribusi dividen tunai kepada para pemegang saham.

Perusahaan juga telah menetapkan jadwal lengkap pembagian dividen. Tanggal efektif ditetapkan pada 23 April 2026, dengan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 4 Mei 2026, serta ex dividen pada 5 Mei 2026.

Untuk pasar tunai, cum dividen jatuh pada 6 Mei 2026 dan ex dividen pada 7 Mei 2026. Pemegang saham yang berhak atas dividen adalah yang tercatat dalam daftar pemegang saham hingga 6 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.

Adapun pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 20 Mei 2026, yang menjadi waktu realisasi distribusi keuntungan kepada pemegang saham setelah seluruh tahapan administratif diselesaikan.

Kombinasi antara pertumbuhan laba, pembagian dividen, dan aksi pembelian saham oleh manajemen memperlihatkan adanya aktivitas internal yang terjadi menjelang distribusi keuntungan kepada pemegang saham. 

Dalam struktur seperti ini, setiap penambahan kepemilikan secara langsung akan berdampak pada besaran dividen yang diterima.

Data tersebut menunjukkan bagaimana pergerakan internal perusahaan berjalan beriringan dengan momentum korporasi, khususnya dalam periode menjelang pembagian dividen tahunan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79