KABARBURSA.COM - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membawa kabar menggoda untuk para investornya. Bank pelat merah ini baru saja menetapkan dividen tunai sebesar Rp376,95 per saham sebagai bagian dari distribusi laba tahun buku 2025.
Jika mengacu pada harga saham di level Rp4.430 pada perdagangan 4 Mei 2026, dividen tersebut mencerminkan yield sekitar 8,51 persen. Angka ini menempatkan BMRI sebagai salah satu emiten perbankan dengan imbal hasil dividen yang relatif tinggi di tengah kondisi pasar saat ini.
Pembagian dividen ini merupakan bagian dari total dividen Rp476,96 per saham atau setara Rp44,47 triliun. Nilai tersebut mencerminkan rasio pembayaran dividen sebesar 70 persen dari laba bersih 2025 yang mencapai Rp56,29 triliun.
Sebelumnya, perusahaan telah lebih dulu membagikan dividen interim sebesar Rp100 per saham atau sekitar Rp9,32 triliun pada Januari 2026. Dengan demikian, sisa dividen final yang akan dibayarkan mencapai Rp376,96 per saham atau sekitar Rp35,15 triliun.
Berikut ini jadwal lengkap pembagian dividen BMRI:
- Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 8 Mei 2026
- Ex dividen di pasar regular dan negosiasi: 11 Mei 2026
- Cum dividen di pasar tunai: 12 Mei 2026
- Ex dividen di pasar tunai: 13 Mei 2026
- Pembayaran dividen: 25 Mei 2026.
Kinerja 1Q26 Tumbuh 16,6 Persen
Sejalan dengan itu, seperti diberitakan KabarBursa.com sebelumnya, kinerja Bank Mandiri pada kuartal pertama 2026 menunjukkan pertumbuhan yang tetap terjaga. Perseroan membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun, meningkat 16,6 persen secara tahunan.
Pertumbuhan laba ini ditopang oleh profitabilitas yang masih berada di level tinggi, dengan return on equity (ROE) mencapai 22,1 persen dan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 19,7 persen. Angka ini mencerminkan kapasitas permodalan yang masih kuat untuk mendukung ekspansi.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit mencapai Rp1.530 triliun atau tumbuh 17,4 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini berada di atas rata-rata industri yang berada di kisaran 9,37 persen, menunjukkan ekspansi yang lebih agresif dibandingkan sektor perbankan secara umum.
Penghimpunan dana juga mencatatkan pertumbuhan yang solid. Dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp1.675 triliun atau naik 21,1 persen, dengan komposisi dana murah (CASA) sebesar Rp1.201 triliun yang tumbuh 12,7 persen.
Kondisi tersebut turut mendorong efisiensi operasional yang tercermin dari rasio BOPO yang membaik ke level 58 persen. Sementara itu, kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 0,98 persen dan coverage ratio mencapai 245 persen.
Ekspansi pembiayaan juga terus berjalan melalui berbagai program, termasuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp11 triliun yang telah menjangkau lebih dari 87 ribu pelaku UMKM. Peran intermediasi ini juga diperluas melalui dukungan terhadap program pemerintah di sektor perumahan dan koperasi.
Di sisi lain, penguatan ekosistem digital melalui aplikasi Livin’ by Mandiri menjadi salah satu pendorong aktivitas transaksi dan pertumbuhan bisnis. Perkembangan ini berjalan seiring dengan strategi perusahaan dalam memperluas basis nasabah dan meningkatkan efisiensi layanan.
Dengan kombinasi pembagian dividen dalam skala besar dan pertumbuhan kinerja yang masih berlanjut, pergerakan BMRI pada awal 2026 memperlihatkan dua sisi yang saling menguatkan, yakni distribusi keuntungan kepada pemegang saham dan ekspansi bisnis yang tetap berjalan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.