Logo
>

Laba Jasa Marga (JSMR) Anjlok, Asing Catatkan Net Buy Rp85,43 Miliar

Kinerja operasional masih tumbuh di level margin, namun tekanan laba bersih dan arus dana asing membentuk pergerakan saham sepanjang 2026.

Ditulis oleh Yunila Wati
Laba Jasa Marga (JSMR) Anjlok, Asing Catatkan Net Buy Rp85,43 Miliar
Laba bersih JSMR tercatat turun 16,5 persen. Tekanan pada saham juga masih tinggi, asing mencatatkan net buy sebesar Rp85,43 miliar. (Foto: dok Jasa Marga)

KABARBURSA.COM - Kinerja PT Jasa Marga Tbk (JSMR) pada kuartal pertama 2026 masih memperlihatkan tekanan pada sisi laba. Perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp774,7 miliar, turun 16,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp927,5 miliar.

Pendapatan pun turun tipis 0,2 persen secara tahunan di level Rp6,44 triliun. Namun, perusahaan masih mencatatkan peningkatan pada sisi profitabilitas operasional.

Dalam laporan keuangannya, laba kotor JSMR naik 9,6 persen menjadi Rp2,93 triliun, sementara EBITDA tumbuh 9,4 persen menjadi Rp3,22 triliun. Margin juga tetap terjaga dengan gross margin sebesar 45,5 persen dan EBITDA margin mencapai 50 persen.

Utang Masih Besar 

Dari sisi neraca, struktur keuangan masih menunjukkan porsi utang yang besar. Total liabilitas berbunga terdiri dari utang jangka pendek sebesar Rp14,96 triliun dan utang jangka panjang Rp82,11 triliun, menghasilkan rasio debt to equity sebesar 1,53 kali.

Sementara itu, rasio debt terhadap EBITDA tercatat di level 30,13 kali, dengan kemampuan pembayaran bunga (EBITDA to interest expense) sebesar 3,62 kali. Data ini menggambarkan posisi leverage yang masih dominan dalam struktur pendanaan perusahaan.

Harga Saham Tak Stabil

Di pasar saham, pergerakan JSMR sepanjang awal 2026 menunjukkan pola yang tidak stabil. Pada Januari, saham sempat menguat ke level 3.560, disertai net foreign buy sebesar Rp77,97 miliar.

Penguatan berlanjut pada Februari dengan harga mencapai 3.700, diikuti arus masuk asing sebesar Rp10,18 miliar. Namun, tren tersebut mulai berubah pada Maret, ketika saham turun tajam ke 3.070 dengan tekanan jual asing mencapai Rp27,90 miliar.

Koreksi berlanjut pada April dengan harga turun ke 2.960, meski sempat disertai net buy asing sebesar Rp25,18 miliar. Hingga awal Mei, saham bergerak di kisaran 2.970, menunjukkan fase konsolidasi setelah volatilitas yang terjadi pada bulan sebelumnya.

Secara akumulatif, arus dana asing sepanjang Januari hingga April 2026 masih mencatatkan posisi masuk bersih. Total pembelian asing tercatat sebesar Rp459,85 miliar, sementara penjualan mencapai Rp374,42 miliar, sehingga menghasilkan net foreign buy sekitar Rp85,43 miliar.

Perubahan arus dana asing ini memperlihatkan dinamika yang tidak konsisten, di mana akumulasi sempat terjadi pada awal tahun sebelum berbalik menjadi tekanan jual pada Maret. Pola tersebut kemudian kembali berbalik pada April, meski belum mampu mengangkat harga secara signifikan.

Dengan kombinasi kinerja operasional yang masih mencatat pertumbuhan dan tekanan pada laba bersih serta pergerakan saham yang fluktuatif, posisi JSMR sepanjang awal 2026 menunjukkan adanya perbedaan arah antara fundamental dan respons pasar.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79