KABARBURSA.COM – Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) bergerak jauh lebih agresif dibanding skenario awal. Pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, di sesi berjalan harganya melonjak 16,40 persen ke level 1.810. Lonjakan tersebut membuat BRPT praktis sudah menembus target pertama MNC Sekuritas di area 1.815.
Kenaikan tajam itu juga disertai lonjakan aktivitas transaksi. Volume perdagangan BRPT mencapai 412,19 juta saham, melampaui rata-rata volume harian yang berada di kisaran 274,25 juta saham.
Kondisi tersebut mengubah cara pasar membaca BRPT. Jika sebelumnya saham ini masih dipandang sebagai area buy on weakness, kini BRPT mulai masuk fase momentum breakout setelah berhasil keluar dari area konsolidasi bawah.
MNC Sekuritas sebelumnya merekomendasikan strategi buy on weakness di rentang 1.365 hingga 1.460 dengan target harga 1.815 dan 2.100. Saat rekomendasi itu dirilis, BRPT masih berada di area 1.555 dan struktur teknikalnya belum sepenuhnya pulih.
Namun pergerakan perdagangan berjalan memperlihatkan tekanan beli jauh lebih besar dibanding tekanan jual. Lonjakan harga yang disertai volume tinggi biasanya dibaca sebagai sinyal adanya akumulasi agresif dan peningkatan minat pasar terhadap saham tersebut.
Secara teknikal, area 1.815 kini berubah menjadi level penting untuk menguji validitas breakout. Jika BRPT mampu bertahan di atas area tersebut hingga penutupan perdagangan, peluang menuju target lanjutan di 2.100 mulai terbuka lebih lebar.
Meski demikian, volatilitas BRPT juga meningkat cukup tajam setelah reli cepat dalam waktu singkat. Risiko profit taking jangka pendek mulai membesar seiring trader jangka pendek mengamankan keuntungan setelah saham naik lebih dari 16 persen dalam satu sesi.
Karena itu, pendekatan strategi untuk BRPT kini mulai bergeser. Pelaku pasar yang sudah masuk di area bawah cenderung tinggal menjaga posisi sambil memantau kekuatan breakout.
Sementara itu, trader baru biasanya mulai menunggu dua skenario. Pertama menunggu breakout valid di atas 1.815–1.850, atau kedua menunggu pullback sehat ke area 1.700–1.760 sebelum kembali melakukan akumulasi.
Dari sisi indikator teknikal, momentum penguatan BRPT memang mulai terlihat membaik. Namun sejumlah indikator tren besar sebelumnya masih belum sepenuhnya pulih sehingga pergerakan saham ini diperkirakan masih akan sangat fluktuatif dalam jangka pendek.
Dengan perubahan struktur harga tersebut, area 1.365–1.460 kini lebih tepat dibaca sebagai zona akumulasi historis dibanding area masuk baru. Fokus pasar saat ini mulai bergeser ke kemampuan BRPT mempertahankan area breakout dan menjaga momentum kenaikannya.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.