Logo
>

CSRA Catat Pendapatan Rp1,89 Triliun pada 2025, Meroket 77,1 Persen

Manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan kenaikan tersebut disebabkan karena tingginya kwantitas penjualan CPO

Ditulis oleh Hutama Prayoga
CSRA Catat Pendapatan Rp1,89 Triliun pada 2025, Meroket 77,1 Persen
Ilustrasi perkebunan sawit (Foto: Dok. Cisadane Sawit Raya)

KABARBURSA.COM – PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) sukses mencatat pendapatan sebesar Rp1,89 triliun pada 2025, melonjak 77,1 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang senilai Rp1,07 triliun.

Manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan kenaikan tersebut disebabkan karena tingginya kwantitas penjualan CPO.

"Yang memiliki nilai tambah serta naiknya harga jual rata-rata yang diterima perusahaan," tulis manajemen.

Laba kotor CSRA pada 2025 mencapai Rp657,23 miliar, naik 35,8 persen dibandingkan Rp483,86 miliar pada tahun lalu akibat dari peningkatan penjualan yang signifikan.

Sementara itu pada tahun lalu CSRA memperoleh laba bersih sebesar Rp272,56 miliar atau meningkat sebanyak 27,7 persencdibandingkan tahun lalu yaitu sebesar Rp213,36 miliar.

Namun, marjin bersih perusahaan menyusut menjadi 14,4 persen dibandingkan 20,1 persen pada tahun lalu. Manajemen menyebut, penurunan marjin bersih ini disebabkan oleh peningkatan pembelian Tandan Buah Segar (TBS) luar dalam rangka strategi dalam mengoptimalkan utilisasi ketiga Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang dimiliki Perusahaan.

Adapun, posisi aset CSRA berada di Rp2,52 triliun, 12,0 persen, angka ini  lebih tinggi dari posisi 31 Desember 2024 di level Rp2,25 triliun.

"Sementara itu, total liabilitas perusahaan di FY25 sebesar Rp1,05 triliun, naik 10,7 persen dibandingkan dengan Rp952,72 miliar pada akhir tahun 2024 dan ekuitas sebesar Rp1,47 triliun atau naik 12,9 persen dibandingkan Rp1,29 triliun pada akhir tahun 2024," tulis manajemen CSRA.

Di sisi lain, rasio utang bersih terhadap ekuitas pada 12M25 berada pada level 0,59x, turun dibandingkan level tahun 2024 sebesar 0,63x.

"Pencapaian ini didorong oleh strategi alokasi modal yang optimal serta neraca yang sehat untuk mendukung investasi pada sarana dan prasarana produksi," sebut manajemen (*)
 

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.