Logo
>

Di Balik Klaim Keberlanjutan PT Vale

PT Vale memandang sustainability bukan sekadar instrumen administratif atau kewajiban pelaporan korporasi.

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Di Balik Klaim Keberlanjutan PT Vale
Ilustrasi PT Vale Indonesia TBK. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menaruh perhatian serius terhadap meningkatnya kepedulian publik atas isu lingkungan dan keberlanjutan, yang kini menjadi elemen esensial dalam membangun praktik pertambangan yang akuntabel serta transparan di Indonesia. Perseroan memahami bahwa ekspektasi terhadap industri ekstraktif terus mengalami eskalasi. 

Bukan hanya terkait produktivitas dan kontribusi ekonomi, melainkan juga bagaimana sektor strategis nasional mampu bertumbuh tanpa mengesampingkan perlindungan lingkungan, penguatan tata kelola, serta keberlanjutan sosial dalam jangka panjang.

Di tengah arus hilirisasi nasional dan percepatan transisi energi Indonesia, PT Vale memandang sustainability bukan sekadar instrumen administratif atau kewajiban pelaporan korporasi. Lebih dari itu, keberlanjutan ditempatkan sebagai poros utama dalam operasional dan strategi pertumbuhan jangka panjang Perseroan. Orientasi tersebut selaras dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong pembangunan industri mineral yang lebih kompetitif, bertanggung jawab, dan resilien terhadap tantangan masa depan.

Menanggapi sejumlah pemberitaan yang beredar di ruang publik, PT Vale menegaskan bahwa sebagian informasi yang digunakan merujuk pada Sustainability Report 2024, yang memuat data historis berdasarkan periode pelaporan sebelumnya. Dalam lanskap praktik ESG global, sustainability merupakan proses berkelanjutan yang memerlukan continuous improvement, penguatan sistem operasional, investasi yang konsisten, serta transparansi terhadap dinamika tantangan dan perkembangan yang terus berubah dari waktu ke waktu.

Sepanjang tahun 2025, PT Vale terus mempertegas langkah transformasi keberlanjutan melalui peningkatan investasi lingkungan sebesar 54,3 persen menjadi USD43,79 juta. Dana tersebut diarahkan untuk memperkuat pengelolaan lingkungan, mendorong efisiensi energi, mempercepat agenda dekarbonisasi, menjalankan remediation, hingga meningkatkan sistem monitoring operasional di seluruh wilayah kerja Perseroan.

Perseroan juga memperdalam pendekatan rehabilitasi berbasis lanskap melalui pemulihan 156,67 hektare lahan pascatambang di Sorowako, serta rehabilitasi daerah aliran sungai seluas 2.988 hektare yang tersebar di lima provinsi di Indonesia. Langkah ini mencerminkan komitmen PT Vale dalam memperkuat daya lenting ekosistem sekaligus menghadirkan nilai keberlanjutan yang melampaui batas operasional perusahaan semata.

Dalam konteks perubahan iklim, PT Vale menjalankan roadmap dekarbonisasi yang menargetkan penurunan emisi Scope 1 dan Scope 2 sebesar 33 persen pada 2030 dibandingkan baseline tahun 2017. Perseroan terus mengakselerasi berbagai inisiatif efisiensi energi, optimalisasi penggunaan energi rendah karbon, serta penguatan teknologi operasional guna menopang transisi menuju aktivitas pertambangan yang semakin berkelanjutan dan berdaya saing global.

Komitmen tersebut turut tercermin melalui keberhasilan PT Vale memperoleh fasilitas Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai hingga US$750 juta pada bulan lalu. Skema pembiayaan ini mengintegrasikan target-target ESG sebagai bagian dari indikator kinerja perusahaan. Pencapaian tersebut merefleksikan tingginya kepercayaan lembaga keuangan global terhadap arah transformasi keberlanjutan PT Vale, sekaligus memperkuat posisi Perseroan sebagai bagian dari ekosistem industri strategis nasional yang menopang agenda hilirisasi dan transisi energi Indonesia secara bertanggung jawab.

Di sisi lain, PT Vale terus memperkuat tata kelola ESG dan transparansi korporasi. Hal itu tercermin dari peningkatan Sustainalytics ESG Risk Rating menjadi 23,7 atau membaik sebesar 19,4 persen, yang menempatkan Perseroan di antara perusahaan pertambangan dengan profil risiko ESG kompetitif di tingkat global. Perseroan juga membukukan skor ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) sebesar 99,53 sebagai refleksi penguatan praktik tata kelola, akuntabilitas, dan keterbukaan perusahaan.

PT Vale turut menghormati seluruh proses evaluasi regulator, termasuk mekanisme PROPER dari Kementerian Lingkungan Hidup, sebagai bagian penting dalam mendorong continuous improvement serta penguatan praktik keberlanjutan perusahaan. Perseroan memandang capaian PROPER bukan sebagai terminus akhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang untuk terus meningkatkan standar operasional, tata kelola lingkungan, dan transparansi perusahaan secara berkesinambungan.

Selain itu, PT Vale memastikan seluruh aktivitas operasional dijalankan sesuai prinsip Good Mining Practice (GMP) serta ketentuan pemerintah yang berlaku terkait keselamatan pertambangan, perlindungan lingkungan, pengelolaan teknis tambang, dan operasional yang bertanggung jawab. Implementasi kebijakan tersebut dilakukan secara konsisten melalui monitoring, evaluasi teknis, serta koordinasi intensif bersama regulator dan instansi terkait sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam menjaga operasional yang aman, patuh, dan berkelanjutan.

Sebagai perusahaan yang turut menopang agenda strategis Indonesia dalam hilirisasi industri dan transisi energi global, PT Vale menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Perseroan juga berupaya menciptakan nilai jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, serta Indonesia secara menyeluruh.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.