KABARBURSA.COM - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mengumumkan akan menambah kegiatan usaha di tengah industri transportasi dan logistik yang terus mengalami perkembangan.
Presiden Direktur ASSA, Prodjo Sunarjanto Sekar Pantjawati mengatakan jika perseroan merencanakan pengembangan bisnis Transportation Management System (TMS) Integrated Solution.
"Yaitu suatu solusi berbasis teknologi yang dirancang untuk mengintegrasikan proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan penyelesaian administrasi transportasi dalam satu sistem terpadu," ujar Prodjo dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Senin, 11 Mei 2026.
Dalam implementasinya, layanan TMS tersebut didukung oleh Business Process Outsourcing (BPO) yang menunjukkan keterlibatan Perseroan secara langsung dalam menjalankan operasional harian pelanggan.
Layanan BPO mencakup aktivitas input order, pengaturan dan penugasan pengiriman (dispatching), pemantauan proses pengiriman, tindak lanjut operasional, hingga proses penagihan dan penyelesaian administrasi (billing dan settlement).
"Seluruh aktivitas BPO tersebut dijalankan melalui modul-modul yang terdapat di dalam TMS, sehingga TMS berperan sebagai sistem pengelolaan, sementara BPO berfungsi sebagai operator yang menjalankan proses operasional di dalam sistem tersebut," jelas Prodjo.
Selain itu, lanjut Prodjo, ASSA juga menyediakan layanan Control Tower sebagai pusat kendali operasional yang berfungsi untuk melakukan pemantauan pengiriman secara real-time, pengendalian tingkat layanan (Service Level Agreement - SLA) serta penanganan insiden operasional secara proaktif.
Ia menjelaskan control Tower memanfaatkan data dan informasi yang dihasilkan oleh TMS, seperti status pengiriman, notifikasi keterlambatan dan alert operasional, untuk memastikan kinerja layanan tetap terjaga serta memungkinkan pengambilan tindakan korektif secara cepat apabila terjadi deviasi.
Untuk melengkapi visibilitas operasional, solusi TMS ASSA didukung oleh pemanfaatan teknologi Internet of Things (loT) untuk meningkatkan visibilitas dan pengendalian operasional secara real-timе yang berfungsi menyediakan data lapangan secara langsung, antara lain berupa informasi lokasi
kendaraan (GPS), suhu dan kelembapan untuk pengiriman cold chain, perilaku pengemudi serta data telematika kendaraan.
"Data yang dihasilkan oleh perangkat loT tersebut terintegrasi ke dalam TMS dan digunakan untuk keperluan pelacakan pengiriman, pengendalian kepatuhan layanan, perhitungan estimasi waktu tiba (ETA) serta analisis kinerja operasional berbasis data," terang Prodjo.
Prodjo menambahkan TMS ditujukan untuk mendukung operasional internal Perseroan yaitu sebagai core system dalam
melayani pesanan pelanggan jasa transportasi dan logistik serta memenuhi kebutuhan captive market Perseroan. Selain itu, lanjut dia, TMS juga dirancang untuk menyediakan layanan kepada pelanggan eksternal lintas sektor industri.
"Melalui pengembangan ini, Perseroan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperluas portofolio layanan berbasis teknologi serta menciptakan sumber pendapatan berulang yang berkelanjutan dengan potensi pertumbuhan jangka panjang." pungkasnya. (*)