KABARBURSA.COM – PT Bank Jago Tbk (ARTO) melakukan pengangkatan direktur baru setelah memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 7 Mei 2026.
Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), RUPST menyepakati pengangkatan Nicholas Tan sebagai Direktur Perseroan untuk masa jabatan 2026-2029, efektif setelah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Nicholas akan berperan lebih besar untuk menumbuhkan bisnis ritel Bank Jago ke fase pertumbuhan berikutnya. Kami percaya kehadiran Nicholas dapat memperkuat kepemimpinan Bank Jago di industri perbankan digital nasional," ujar Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris dalam keterangannya, 11 Mei 2026.
Nicholas merupakan lulusan Brown University, AS dan meraih gelar doktor dari University of Cambridge, Inggris. Ia memulai kariernya di industri teknologi finansial (fintech) OneConnect Financial Technology, Singapura pada 2018-2021 setelah bekerja di perusahaan startup dan konsultan bisnis.
Nicholas bergabung di Bank Jago pada Januari 2025 sebagai Head of Retail Banking Business Bank Jago.
Berikut jajaran terbaru anggota Direksi Bank Jago sebagai berikut:
● Direktur Utama : Arief Harris
● Direktur Kepatuhan : Tjit Siat Fun
● Direktur : Sonny C. Joseph
● Direktur : Umakanth Rama Pai
● Direktur : Supranoto Prajogo
● Direktur : Nicholas Tan
RUPST juga menyampaikan pencapaian Bank Jago pada tahun 2025. Hingga akhir 2025, jumlah nasabah Bank Jago mencapai 18,2 juta nasabah, termasuk 14,2 juta nasabah funding pengguna Aplikasi Jago. Pertambahan jumlah nasabah beriringan dengan pertumbuhan jumlah DPK dan penyaluran kredit perusahaan.
Sepanjang 2025, jumlah dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun Bank Jago mencapai sebesar Rp25,9 triliun atau tumbuh 38 persen dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya Rp18,8 triliun.
Sementara total kredit yang disalurkan mencapai Rp24,3 triliun atau meningkat 38 persen dari penyaluran 2024 yang sebesar Rp17,7 triliun.
Kombinasi tersebut berpengaruh terhadap perolehan laba bersih setelah pajak (net profit after tax) Bank Jago per Desember 2025, yang meningkat 115 persen menjadi Rp276 miliar dari perolehan laba Rp129 miliar pada 2024.
Sementara total aset mencapai sebesar Rp36,5 triliun, naik 28 persen dibandingkan perolehan 2024 yang sebesar Rp28,5 triliun. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.