KABARBURSA.COM – PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) memaparkan arah bisnis perseroan untuk 2025 di tengah tekanan kinerja operasional dan keuangan.
Dalam keterbukaan informasi, manajemen mengakui bahwa sepanjang 2025 perseroan menghadapi penurunan utilisasi kapal dan pelemahan pendapatan, seiring dinamika industri jasa maritim dan migas.
Manajemen LEAD menyampaikan bahwa strategi 2025 difokuskan pada penguatan struktur keuangan, efisiensi armada, dan pengamanan kontrak yang sudah diperoleh.
“Perseroan menempuh langkah penjualan kapal dan pelunasan pinjaman untuk menjaga keberlanjutan usaha serta memperbaiki struktur neraca di tengah tekanan utilisasi,” sebagaimana dikutip dari materi Public Expose LEAD, Kamis, 15 Januari 2026.
Berdasarkan materi tersebut, pendapatan LEAD sepanjang sembilan bulan 2025 tercatat sebesar USD29,51 juta, turun 12,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD33,71 juta.
Penurunan ini terutama dipicu melemahnya utilisasi kapal besar, khususnya segmen AHT, AHTS, dan AHTS-DP, yang selama ini menjadi kontributor utama pendapatan perseroan.
Tekanan pendapatan tersebut berdampak langsung pada profitabilitas. Laba bersih LEAD hingga September 2025 tercatat USD0,87 juta, turun 51,20 persen secara tahunan. EBITDA juga melemah 25,48 persen menjadi USD12,82 juta, dengan margin EBITDA turun dari 51,05 persen menjadi 43,45 persen. Manajemen menjelaskan bahwa penurunan margin tidak hanya dipengaruhi oleh pendapatan, tetapi juga oleh struktur biaya dan utilisasi armada yang belum pulih.
Dari sisi neraca, LEAD mencatat perbaikan melalui langkah deleveraging. Total liabilitas per September 2025 turun 28,63 persen menjadi USD 60,86 juta.
Penurunan ini terjadi setelah perseroan menjual lima unit kapal sepanjang 2025, yakni Logindo Destiny, LSM Provider, Servewell Stable, Logindo Progress, dan Logindo Stature. Seluruh dana hasil penjualan kapal digunakan untuk melunasi pinjaman kepada OCP Asia Fund.
Sementara itu, posisi kontrak masih menjadi penopang aktivitas ke depan. Hingga akhir November 2025, LEAD mengantongi kontrak baru dan perpanjangan senilai USD19 juta, dengan total nilai kontrak berjalan mencapai USD41 juta.
Dari jumlah tersebut, kontrak yang belum terealisasi tercatat sebesar USD21 juta, sehingga eksekusi kontrak menjadi faktor kunci bagi kinerja perseroan sepanjang 2025.
Manajemen juga menyoroti upaya diversifikasi pelanggan sebagai bagian dari arah bisnis. Selain pelanggan eksisting di sektor migas domestik, LEAD memperoleh kontribusi dari pelanggan internasional seperti Wynnergy Marine dan Synergy Marine.
Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada satu segmen pasar di tengah fluktuasi permintaan jasa maritim. (*)