KABARBURSA.COM – Pergerakan ekstrem terjadi pada sejumlah saham papan pengembangan sejak awal 2026.
Tiga emiten mencatatkan lonjakan harga lebih dari 200 persen secara year to date (ytd), dengan dua di antaranya berujung penghentian sementara perdagangan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Saham PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), dan PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) mencatat kenaikan tajam dalam waktu singkat.
Saham SOTS menjadi yang paling mencolok. Merujuk data perdagangan BEI, hingga pertengahan Januari 2026, harga saham ini telah melonjak sekitar 288,03 persen secara ytd dan terakhir berada di level 5.025.
Reli SOTS berlangsung hampir tanpa jeda sejak awal Januari, dengan kenaikan harian berlapis mulai dari 9 hingga 25 persen per sesi perdagangan.
Data historis menunjukkan, pada periode 2 hingga 14 Januari 2026, harga SOTS naik beruntun dari 1.420 menjadi 5.025. Pada 9 Januari, saham ini menguat 24,64 persen ke level 2.580 dengan nilai transaksi Rp680,60 juta. Kenaikan berlanjut pada 12 dan 13 Januari, masing-masing naik 24,81 persen dan 24,84 persen, sebelum kembali melonjak 25 persen pada 14 Januari dengan nilai transaksi Rp20,40 miliar dan frekuensi 458 kali.
Lonjakan kumulatif tersebut mendorong BEI menghentikan sementara perdagangan saham SOTS di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I 15 Januari 2026.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono bersama Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A. dalam keterangan tertulis mengungkap peningkatan harga kumulatif yang signifikan.
"Sebagai bentuk perlindungan bagi investor, Bursa Efek Indonesia memandang perlu melakukan penghentian sementara perdagangan saham,” tulisnya dalam keterbukaan informasi.
Berbeda dengan SOTS, saham RLCO masih diperdagangkan aktif dan justru mencetak rekor harga baru. Saham emiten sarang burung walet ini ditutup menguat 19,80 persen ke level 6.050 dalam satu sesi perdagangan.
Secara ytd, RLCO telah naik sekitar 242,78 persen. Volume transaksi harian mencapai 33,6 juta saham, hampir dua kali lipat dari rata-rata volume hariannya di kisaran 17,02 juta saham.
Struktur pergerakan RLCO menunjukkan kenaikan bertahap dengan likuiditas besar. Data perdagangan memperlihatkan antrean beli menumpuk di area harga atas, mencerminkan minat beli yang masih agresif.
Kapitalisasi pasar RLCO kini berada di kisaran Rp18,91 triliun, menjadikannya emiten terbesar di antara tiga saham yang mencatat reli lebih dari 200 persen tersebut.
Sementara itu, saham KOCI juga mengalami reli tajam. Sejak awal tahun, harga KOCI telah naik sekitar 205,88 persen dan terakhir berada di level 260. Dalam rentang tiga bulan, saham ini menguat 237,66 persen, sedangkan dalam enam bulan tercatat melonjak 409,80 persen. Kapitalisasi pasar KOCI tercatat sekitar Rp1,15 triliun.
Kenaikan tajam KOCI berujung pada penghentian sementara perdagangan oleh BEI. Bursa menghentikan perdagangan saham KOCI serta Waran Seri I KOCI-W di seluruh pasar mulai sesi I 15 Januari 2026.
Alasan penghentian sama, yakni peningkatan harga kumulatif yang signifikan dalam waktu relatif singkat.
BEI kembali mengimbau investor untuk mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan masing-masing emiten.
Dalam situasi volatilitas tinggi, regulator menekankan pentingnya kehati-hatian, terutama pada saham dengan kenaikan harga ekstrem tanpa diiringi likuiditas dan fundamental yang sepadan. (*)