KABARBURSA.COM – Harga saham Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk pada penutupan perdagangan Senin, 1 Desember 2025, turun tipis 0,99 persen atau setara dengan 75 poin. Harga sempat dibuka di level 7.575 dan sempat menyentuh harga terendah di 7.400.
Penurunan ini tergolong ringan dan bukan breakdown besar karena range pergerakan hariannya masih sempit. Volume perdagangannya pun hanya 19,43 ribu lot, relative tipis untuk saham sekelas TKIM, yang memiliki fundamental cukup kuat.
Tidak hanya itu, bid tetap terjaga di area psikologis 7.500. Artinya, penurunan hari ini lebih menyerupai minor pullback dan bukan pertanda dari adanya distribusi masif.
Jika dilihat dari data orderbook-nya, ada pihak yang sengaja menahan harga di 7.500, yaitu sebanyak 13.567 lot. Angka ini lantas menjadi support intraday bagi TKIM.
Sementara di sisi offer, penebalan terjadi di area 7.525-7.550. Walau begitu, tidak ada tekanan jual yang melebihi ketebalan bid. Fakta inilah yang kemudian mengarahkan pada ada pihak yang memang sengaja menjaga harga agar tidak turun dari 7.500.
Meskipun pada penutupan harga tertebang tipis, namun tekananjual tidak dominan. Yang terjadi, penurunan lebih karena respons pasar umum dan bukan merupakan aksi lepas besar.
Jika dilihat dari broker summary, tekanan jual dipimpin oleh BRI Danareksa (OD), yaitu sebesar Rp3,4 miliar. Disusul oleh Trimegah Sekuritas (LG) sebesar Rp1,7 miliar, kemudian Panin Sekuritas (GR) Rp1,6 miliar.
Phillip Sekuritas (KK) dan Stockbit Sekuritas (XL) ikut menambah tekanan jual, masing-masing sebanyak Rp950 juta dan Rp932 Miliar.
Para broker ini melepas dengan rata-rata harga di area 7.450 hingga 7.465. Lagi-lagi ini menandakan bahwa pernjualan terjadi di bawah harga puncak dan high. Artinya, distribusi yang terjadi hanya bersifat ringan dan bukan distribusi besar.
Dalam hal ini, penjual mengambil keuntungan di area harga tengah dan tidak menandakan terjadinya panic selling. OD seringkali memunculkan aksi sell-down jangka pendek di saham-saham likuid.
Area Beli Terbanyak di 7.510
Hal serupa juga terjadi pada sisi bid. Di sini, pembeli besar masuh di harga bawah. Mirae Asset, misalnya, membeli 5,5 ribu lot di harga 7.510. Lalu ada Mandiri Sekuritas (CC), UBS Sekuritas (AK), JP Morgan (BK) dan Supra Sekuritas (SS) yang masing-masing membeli harga di 7.490 hingga 7.39.
Ini menjadi menarik, karena mayoritas pembeli besar masuk di harga bawah, yaitu di area 7.450-7.510, harga yang lebih rendah dari penutupan di 7.500. Investor besar benar-benar memanfaatkan pelemahan hari ini untuk menyerap barang.
Pola ini biasanya muncul pada saham yang tidak sedang dibuang, tetapi sedang di-adjust intraday. Artinya, harga saham digerakkan naik-turun dalam rentang tertentu oleh pelaku besar selama jam perdagangan.
Tujuan dari adjust intraday ini Adalah menyesuaikan posisi harga, mengatur ritme transaksi, menguji level support-resistance kecil, dan mengurangi tekanan jual atau beli berlebihan.
Dengan kata lain, pelaku besar ingin membeli lebih murah atau menjual lebih efisien tanpa menggerakkan harga terlalu jauh. Harga dipantulkan di area yang sama selama beberapa kali, agar likuiditas masuk dan keluarnya lebih natural.
Di sini, pelaku pasar menguji seberapa kuat buyer atau seller yang menunggu di harga tertentu. Dan, jika ada panic sell atau rush buy, pelaku besar sering menyesuaikan order untuk menjaga stabilitas.
Jadi, gambaran besarnya Adalah saat ini TKIM sedang masuk fase konsolidasi sehat. Cirinya, harga turun kecil, bid kuat bertahan, distribusi ringan dan bukan besar, pembeli besar justru masuk.
Di sini, volume rendah tidak menandakan distribusi besar. Maka kesimpulannya, TKIM sedang masuk fase konsolidasi kecil setelah kenaikan sebelumnya. Tidak ada pola distribusi besar, dan minat beli institusi terlihat di harga bawah.
Dengan data ini, TKIM menunjukkan harga cenderung dijaga di area 7.450-7.500. Aksi jual dan beli masih berimbang dan tidak ada pembalikkan tren ke arah bearish.
TKIM hari ini hanya mengalami koreksi teknis ringan, dan bukan distribusi besar. Struktur bid dan offer, pembeli besar yang masuk di harga bawah, serta volume yang tipis, menunjukkan bahwa pergerakan lebih condong ke kondolidasi sehat dan bukan pelemahan tren.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.