Logo
>

DMAS Raup Pra-Penjualan Rp561,43 Miliar pada Kuartal I 2026

Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto mengatakan penjualan lahan industri masih menjadi tulang punggung atas pencapaian prapenjualan di awal tahun 2026 ini.

Ditulis oleh Hutama Prayoga
DMAS Raup Pra-Penjualan Rp561,43 Miliar pada Kuartal I 2026
Kawasan industri Kota Deltamas menjadi motor target prapenjualan DMAS 2026. (Foto: Dok. Deltamas)

KABARBURSA.COM - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) meraih pra-penjualan sebesar Rp561,43 miliar pada kuartal I 2026. Angka ini
sekitar 27 persen dari target pra-penjualan tahun ini sebesar Rp2,08 triliun.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto mengatakan  penjualan lahan industri masih menjadi tulang punggung atas pencapaian prapenjualan di awal tahun 2026 ini.

Selain penjualan pada sektor industri, pra-penjualan DMAS pada 2026 ini didukung pula oleh penjualan sektor hunian yaitu berupa
rumah tapak.

Seiring dengan terus berkembangnya teknologi informasi, serta booming pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang masih berlangsung, maka semakin banyak permintaan akan lahan industri di kawasan GIIC Kota Deltamas yang berasal dari industri
data center.

“Dari sekitar 75 hektar permintaan lahan industri awal tahun 2026 ini, lebih separuhnya berasal dari sektor data center” ujar Tondy dalam keterangannya, Kamis, 23 April 2026.

Saham DMAS mencatat pergerakan yang bervariasi di berbagai periode perdagangan, dengan tekanan terlihat dalam jangka pendek namun masih menunjukkan penguatan dalam horizon waktu lebih panjang.

Berdasarkan data Stockbit, pada perdagangan Kamis, 23 April 2026, saham DMAS ditutup melemah 0,72 persen level 138. Dalam periode sepekan, saham ini masih mencatatkan kenaikan sebesar 1,47 persen.

Pada periode satu bulan, saham DMAS mencatat penguatan lebih besar yakni 5,34 persen dengan pergerakan harga di kisaran 130 hingga 143. Sementara dalam tiga bulan terakhir, pergerakan saham tercatat stagnan.

Dalam rentang enam bulan, saham DMAS masih mencatat kenaikan sebesar 1,47 persen dengan rentang harga 127 hingga 151. Sepanjang tahun berjalan (year to date/YTD), penguatan mencapai 6,98 persen.

Di sisi lain, dalam jangka waktu lebih panjang, saham DMAS menunjukkan tekanan. Dalam satu tahun terakhir, saham ini melemah sebesar 4,83 persen.

Tekanan yang lebih dalam terlihat dalam periode tiga tahun dengan penurunan sebesar 17,37 persen, serta dalam lima tahun yang melemah hingga 42,50 persen. (*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.