Logo
>

Dolar Menguat, Investasi Asing ke Indonesia Terancam Melambat

Penguatan dolar AS dan ketidakpastian global dinilai berpotensi mengurangi minat investor asing terhadap aset dan proyek investasi di Indonesia.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Dolar Menguat, Investasi Asing ke Indonesia Terancam Melambat
Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ketidakpastian global dinilai berpotensi menahan laju investasi asing ke Indonesia. Foto: dok KabarBursa.com

Poin Penting :

KABARBURSA.COM – Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ketidakpastian global dinilai berpotensi menahan laju investasi asing ke Indonesia. Kondisi tersebut terjadi seiring investor global mulai mengalihkan dana ke aset berdenominasi dolar AS yang dianggap lebih aman di tengah risiko geopolitik dan ketidakpastian arah suku bunga global.

Analis Komoditas sekaligus Founder Traderindo, Wahyu Tribowo Laksono, mengatakan fenomena re-alokasi aset ke dolar AS atau flight to quality mulai memberikan tekanan bagi negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Ketika investor institusional global memutuskan untuk beralih kembali ke aset berdenominasi dolar AS (flight to quality), minat investasi di emerging market seperti Indonesia dipastikan akan mendingin. Investor global cenderung menurunkan bobot alokasi aset mereka di negara berkembang demi memitigasi risiko volatilitas mata uang lokal,” ujar Wahyu kepada KabarBursa.com, Kamis, 28 Mei 2026.

Menurut dia, dampak penguatan dolar tidak hanya dirasakan di pasar keuangan seperti saham dan obligasi, tetapi juga berpotensi memengaruhi keputusan investasi jangka panjang.

Wahyu menjelaskan investor asing tidak hanya mempertimbangkan pergerakan pasar keuangan, tetapi juga stabilitas nilai tukar dan kepastian proyeksi keuntungan investasi. Ketika dolar menguat dan volatilitas meningkat, biaya lindung nilai atau hedging ikut naik sehingga membuat perhitungan investasi menjadi lebih kompleks.

“Dampaknya tidak hanya dirasakan di pasar keuangan sekunder (saham dan obligasi), tetapi dalam jangka menengah juga bisa menahan laju Investasi Langsung Asing (FDI). Investor riil cenderung menunda eksekusi proyek atau ekspansi mereka di Indonesia karena biaya lindung nilai (hedging) mata uang menjadi terlalu mahal dan ketidakpastian makroekonomi global mempersulit proyeksi keuntungan investasi dalam jangka panjang,” katanya.

Menurut Wahyu, kondisi tersebut muncul bersamaan dengan menguatnya indeks dolar AS (DXY) yang kembali bergerak mendekati level psikologis 100. Penguatan dolar terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan kenaikan harga energi yang memicu perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.

“Ketika indeks dolar AS (DXY) merangkak naik mendekati level psikologis 100 bersamaan dengan lonjakan harga minyak mentah, pasar global sebenarnya sedang melakukan kalkulasi ulang terhadap risiko inflasi baru dan pengetatan likuiditas,” ujarnya.

Ia menilai kenaikan harga energi telah membuat pasar kembali memperhitungkan kemungkinan suku bunga AS bertahan lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama. Kondisi itu meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar dan mendorong investor global untuk lebih berhati-hati terhadap aset di negara berkembang.

Tekanan ke Pasar Domestik

Selain berpotensi menahan investasi langsung asing, penguatan dolar juga dinilai dapat memicu keluarnya modal dari pasar keuangan domestik. Investor global cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko dan mengalihkan dana ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih menarik dengan risiko lebih rendah.

Menurut Wahyu, fenomena tersebut dapat memberikan tekanan terhadap pasar saham maupun obligasi Indonesia. Arus modal yang keluar juga berpotensi menekan nilai tukar rupiah karena dana investasi kembali dikonversi ke dolar AS.

Meski demikian, ia menilai dampak yang muncul akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi global, terutama arah kebijakan suku bunga AS dan dinamika geopolitik yang memengaruhi pergerakan harga energi dunia.

Bagi Indonesia, situasi ini menjadi tantangan karena tidak hanya berkaitan dengan stabilitas pasar keuangan, tetapi juga menyangkut kemampuan menjaga daya tarik investasi di tengah meningkatnya persaingan memperebutkan modal global.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.