KABARBURSA.COM - Kinerja PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) sepanjang 2025 menunjukkan perlambatan pada sisi profitabilitas. Perusahaan energi panas bumi tersebut membukukan laba bersih sebesar USD137,7 juta, lebih rendah dibandingkan capaian pada Tahun Buku 2024 yang mencapai USD160,49 juta.
Mengacu pada laporan keuangan untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten yang berada di bawah naungan PT Pertamina Power Indonesia ini mencatatkan pendapatan sebesar USD432,73 juta. Angka tersebut masih mencerminkan pertumbuhan, yakni sekitar 6,3 persen dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD407,12 juta.
Namun, pertumbuhan pendapatan itu tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan kinerja laba. Di balik kenaikan omzet yang relatif moderat, beban pokok pendapatan justru mengalami eskalasi cukup tajam. Sepanjang 2025, pos ini meningkat 19,8 persen secara tahunan menjadi USD199,66 juta.
Lonjakan biaya tersebut menggerus marjin keuntungan perusahaan. Alhasil, laba bruto PGEO tercatat USD233,06 juta pada 2025, turun 3,1 persen dibandingkan capaian USD240,4 juta pada tahun sebelumnya.
Penurunan juga tercermin pada lini operasional. Sepanjang periode Januari hingga Desember 2025, perusahaan membukukan laba usaha sebesar USD205,57 juta, atau melemah 2,2 persen secara tahunan. Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat USD195,91 juta, menyusut cukup signifikan yakni 14,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar USD58,25 juta, laba bersih yang dibukukan pada tahun berjalan menjadi USD137,67 juta. Angka tersebut menunjukkan penurunan 14,1 persen secara tahunan.
Adapun laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 tercatat USD137,7 juta, atau terkontraksi sekitar 14,2 persen dibandingkan perolehan pada tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, kondisi keuangan perseroan masih menunjukkan stabilitas. Total ekuitas hingga 31 Desember 2025 tercatat sebesar USD2,05 miliar, meningkat 1,8 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang berada di level USD2,01 miliar.
Sementara itu, total liabilitas perseroan mencapai USD988,89 juta pada akhir 2025. Nilai tersebut relatif tidak berubah dibandingkan posisi pada penghujung 2024, menandakan struktur kewajiban yang cenderung stabil.
Secara keseluruhan, total aset PGEO pada akhir 2025 tercatat USD3,03 miliar, atau tumbuh 1,2 persen secara tahunan. Di dalamnya, posisi kas dan setara kas mencapai USD718,5 juta, meningkat 9,7 persen dibandingkan posisi USD655,19 juta pada 31 Desember 2024.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.