Logo
>

ELSA Beber Strategi Adaptif Tangkap Peluang Industri Energi

Elnusa memfokuskan strategi bisnis pada empat pilar peningkatan produksi migas, termasuk teknologi enhanced oil recovery dan integrasi layanan energi.

Ditulis oleh Syahrianto
ELSA Beber Strategi Adaptif Tangkap Peluang Industri Energi
Elnusa memaparkan strategi adaptif untuk menangkap peluang pertumbuhan industri energi nasional. (Foto: Dok. Elnusa)

KABARBURSA.COM – PT Elnusa Tbk (ELSA) memaparkan strategi bisnis adaptif untuk menangkap peluang pertumbuhan industri energi nasional. Strategi tersebut difokuskan pada penguatan layanan teknologi dan integrasi jasa penunjang migas guna mendukung peningkatan produksi energi.

Direktur Pengembangan Usaha PT Elnusa Tbk, Arief Prasetyo Handoyo, mengatakan perusahaan mengarahkan strategi bisnis pada sejumlah program yang mendukung optimalisasi produksi migas nasional.

“Melalui kapabilitas teknologi dan integrasi layanan yang kami miliki, Elnusa menghadirkan solusi yang efisien dan terintegrasi untuk menjawab tantangan industri energi,” ujar Arief dalam keterbukaan informasi perusahaan, dikutip Jumat, 13 Maret 2026.

Arief menjelaskan strategi tersebut berfokus pada empat pilar utama peningkatan produksi migas, yakni routine work program, acceleration from reserve to production, enhanced oil recovery (EOR), serta exploration.

Dalam implementasinya, Elnusa mengembangkan berbagai solusi teknologi yang mendukung efisiensi operasi hulu migas, termasuk Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) dan Vibroseis EOR. Teknologi tersebut digunakan untuk meningkatkan produktivitas lapangan migas yang telah beroperasi.

Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan layanan workover dan well intervention guna menjaga keberlanjutan produksi di lapangan migas yang telah memasuki fase produksi matang.

Di sektor logistik energi, Elnusa mencatat pertumbuhan volume distribusi bahan bakar minyak yang meningkat lebih dari 22 persen secara tahunan. Peningkatan tersebut didorong oleh optimalisasi layanan transportasi energi yang dijalankan perusahaan.

Perseroan juga memperluas diversifikasi bisnis melalui layanan survei seismik untuk sektor non-migas, termasuk proyek eksplorasi batubara.

Di sisi lain, Elnusa mencatat ekspansi pasar internasional melalui pengiriman Oil Country Tubular Goods (OCTG) ke sejumlah negara, termasuk proyek energi di Aljazair.

Menurut Arief, berbagai inisiatif tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat posisi sebagai penyedia jasa penunjang energi yang terintegrasi di Indonesia.

“Kami terus memperkuat inovasi teknologi dan diversifikasi layanan untuk mendukung pertumbuhan industri energi sekaligus meningkatkan nilai jangka panjang bagi perusahaan,” ujarnya. (*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.