Logo
>

Emas Memudar: Pasar Cermati Pertemuan AS-China

Harga emas spot terkoreksi 0,4 persen menjadi USD4.669,48 per ons pada pukul 01.48 WIB.

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Emas Memudar: Pasar Cermati Pertemuan AS-China
Ilustrasi Emas Dalam Bentuk Perhiasan. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan Kamis, tertekan penguatan dolar Amerika Serikat dan lonjakan harga minyak setelah muncul laporan mengenai penyitaan serta tenggelamnya kapal di kawasan Timur Tengah. Di saat bersamaan, pelaku pasar juga menanti perkembangan diplomatik dari pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing.

Harga emas spot terkoreksi 0,4 persen menjadi USD4.669,48 per ons pada pukul 01.48 WIB. Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat kontrak Juni ditutup turun 0,4 persen ke level USD4.685,30 per ons, berdasarkan laporan Reuters dari Bengaluru, Kamis 14 Mei atau Jumat 15 Mei 2026 dini hari WIB.

Penguatan indeks dolar AS sebesar 0,3 persen membuat emas yang diperdagangkan menggunakan mata uang greenback menjadi lebih mahal bagi pemegang devisa lainnya. Situasi itu memicu pelemahan minat terhadap logam mulia yang selama ini dikenal sebagai aset safe haven.

Pada saat bersamaan, harga minyak dunia justru bergerak menanjak setelah beredar kabar mengenai tenggelamnya kapal kargo India dan penyitaan kapal lain di dekat perairan Uni Emirat Arab yang disebut tengah menuju wilayah Iran. Sebelumnya, harga minyak sempat melemah usai media pemerintah Iran melaporkan kapal-kapal China berhasil melintasi Selat Hormuz.

Vice President Zaner Metals, Peter Grant, menilai dinamika di Selat Hormuz menjadi faktor utama yang menopang penguatan harga minyak sekaligus memperbesar ekspektasi bahwa kebijakan suku bunga tinggi di Amerika Serikat akan bertahan lebih lama.

Menurut Grant, kombinasi antara kenaikan harga energi dan inflasi Amerika yang masih membara membuat dolar AS semakin perkasa dan pada akhirnya menekan harga emas global.

Prospek pemangkasan suku bunga Federal Reserve juga semakin memudar setelah data inflasi produsen dan konsumen Amerika Serikat sepanjang April menunjukkan lonjakan signifikan yang dipicu sektor energi. Berdasarkan alat pemantau FedWatch milik CME Group, probabilitas penurunan suku bunga dalam waktu dekat kini terus menyusut.

Global Head of Commodity Strategy TD Securities, Bart Melek, memperingatkan harga emas masih berpotensi mengalami koreksi lebih dalam apabila ketegangan di Timur Tengah belum menemukan titik deeskalasi.

Ia menilai gangguan terhadap rantai pasokan dan distribusi energi global dapat memantik kenaikan biaya energi yang lebih agresif, sekaligus memunculkan tekanan inflasi tambahan di berbagai negara.

Meski selama ini emas dianggap sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga acap kali justru menjadi sentimen negatif bagi logam tersebut karena emas tidak menawarkan imbal hasil seperti instrumen keuangan lainnya.

Dari sisi geopolitik, Xi Jinping menyampaikan kepada Donald Trump bahwa pembicaraan perdagangan antara China dan Amerika Serikat menunjukkan perkembangan positif. Namun, Xi juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan mengenai Taiwan berpotensi mengganggu relasi kedua negara. Menariknya, ringkasan resmi pemerintah Amerika Serikat terkait pertemuan tersebut tidak menyinggung isu Taiwan sama sekali.

Sementara itu, pemerintah India mengumumkan pembatasan impor emas maksimal 100 kilogram dalam skema advance authorization yang selama ini digunakan guna mendukung sektor industri tertentu.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot anjlok 4,1 persen menjadi USD84,36 per ons. Harga platinum turut merosot 3,3 persen ke level USD2.066,75 per ons, sedangkan paladium melemah 3,5 persen menjadi USD1.447,73 per ons.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.