Logo
>

Nvidia Melonjak, Wall Street Menghijau di Tengah Kemesraan As-China

Dow Jones Industrial Average mengakhiri sesi dengan kenaikan 370,26 poin atau 0,75 persen ke level 50.063,46.

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Nvidia Melonjak, Wall Street Menghijau di Tengah Kemesraan As-China
Ilustrasi wall street. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Bursa saham Wall Street menutup perdagangan Kamis di teritori positif. Lonjakan saham-saham teknologi menjadi motor penggerak utama, seiring optimisme investor terhadap data ekonomi Amerika Serikat yang dinilai tetap kokoh serta perkembangan diplomatik dalam pertemuan krusial antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing.

Tiga indeks utama Wall Street tampil bergairah. Indeks S&P 500 bersama Nasdaq kembali membukukan rekor penutupan tertinggi baru, sementara indeks unggulan Dow Jones kini hanya berjarak sekitar 0,3 persen dari level tertinggi sepanjang sejarah yang tercapai pada 10 Februari lalu.

Dow Jones Industrial Average mengakhiri sesi dengan kenaikan 370,26 poin atau 0,75 persen ke level 50.063,46. Sementara itu, S&P 500 terapresiasi 56,99 poin atau 0,77 persen menjadi 7.501,24, sedangkan Nasdaq Composite melesat 232,88 poin atau 0,88 persen ke posisi 26.635,22, berdasarkan laporan Reuters dan di New York, Kamis 14 Mei waktu setempat atau Jumat 15 Mei 2026 pagi WIB.

Pelaku pasar kini dihantui satu pertanyaan seragam: sampai kapan reli impresif ini mampu bertahan? Euforia memang masih terasa, namun kecemasan diam-diam turut mengendap di balik optimisme tersebut.

“Semua orang menikmati reli ini, tetapi pada saat yang sama mereka juga diliputi kegelisahan,” ujar Robert Pavlik, Senior Portfolio Manager Dakota Wealth di Fairfield, Connecticut. “Investor tidak bisa sekadar berdiri di pinggir arena sambil menyaksikan pasar menembus rekor demi rekor. Untuk meraih keuntungan, mereka harus terlibat.”

Fokus investor global juga tertuju pada agenda pertemuan antara Trump dan Xi Jinping. Dalam lawatan itu, Trump turut menggandeng sejumlah figur sentral industri teknologi Amerika, termasuk CEO Tesla Elon Musk dan CEO Nvidia Jensen Huang.

Saham Nvidia melesat 4,4 persen setelah pemerintah Amerika Serikat mengizinkan penjualan chip H200 milik perusahaan tersebut kepada sejumlah korporasi di China. Kebijakan itu dipersepsikan sebagai angin segar bagi industri semikonduktor sekaligus mempertebal optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Pertemuan tingkat tinggi antara Washington dan Beijing disebut membahas spektrum isu strategis yang luas. Mulai dari negosiasi perdagangan, penjualan persenjataan Amerika Serikat ke Taiwan, hingga pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur maritim yang sangat vital bagi distribusi minyak mentah ke kawasan Asia itu sebelumnya mengalami disrupsi akibat eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.