KABARBURSA.COM – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengeluarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap V Tahun 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai total Rp1,83 triliun.
Penerbitan obligasi digadang-gadang menjadi langkah taktis menjaga fleksibilitas pendanaan di tengah dinamika industri energi dan tekanan transisi menuju energi bersih.
Berdasarkan keterbukaan informasi perusahan, obligasi BUMI mulai diperdagangkan pada 29 Mei 2026. Obligasinya terbagi dalam tiga seri dengan tingkat bunga yang berbeda.
Seri A diterbitkan senilai Rp600,04 miliar dengan bunga atau imbal hasil 7,50 persen dan tanggal jatuh tempo pada 6 Juni 2027.
Obligasi BUMI Seri B memiliki nilai Rp905,97 miliar. Besar bunganya 8,75 persen dan jatuh temponya ditetapkan pada 26 Mei 2029.
Sementara Seri C yang bernilai Rp333,86 miliar menawarkan imbal hasil 9,05 persen dengan tanggal jatuh tempo 26 Mei 2031.
Obligasi ini melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebagai wali amanat dan memperoleh peringkat idA+ dari PEFINDO. Hal ini menandai prospek kemampuan pembayaran utang BUMI masih berada pada level kuat.
Dalam keterangannya, obligasi BUMI tidak dilengkapi agunan dan jaminan tertentu. Sementara untuk pembelian kembali atau buyback dapat dilakukan pada satu tahun setelah tanggal penjatahan atau pada 25 Mei 2026.
Sementara di lantai bursa, saham BUMI dibayangi volatilitas tinggi meski sempat menunjukkan pemulihan sejak awal 2026. Berdasarkan perdagangan terakhir per 26 Mei 2026, saham emiten batu bara milik Grup Bakrie tersebut ditutup melemah 2,92 persen ke level Rp166 per saham.
Dalam sepekan terakhir, saham BUMI bergerak fluktuatif dan tercatat melemah 8,92 persen. Jika ditinjau sebulan terakhir, saham BUMI melemah lebih dalam sebesar 27,19 persen. Sedangkan secara year to date, saham ini mengalami koreksi hingga 60,48 persen.(*)