KABARBURSA.COM – Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melesat tajam pada perdagangan 2 Maret 2026 dan bergerak semakin mendekati batas atas auto rejection (ARA).
Hingga sesi berjalan, ENRG berada di level 2.110 atau naik 350 poin setara 19,89 persen dari penutupan sebelumnya di 1.760. Dengan batas ARA di 2.200, ruang kenaikan yang tersisa semakin tipis.
Pergerakan intraday menunjukkan akselerasi sejak pembukaan. Saham dibuka di 1.905, sempat menyentuh level terendah 1.870, lalu bergerak naik hingga menyentuh 2.140 sebelum stabil di kisaran 2.110–2.120.
Nilai transaksi tercatat sekitar Rp106,87 miliar dengan volume 5,36 juta lot dan rata-rata harga 1.992. Catatan tersebut mencerminkan aktivitas perdagangan yang meningkat signifikan dibandingkan rata-rata sebelumnya.
Struktur orderbook memperlihatkan ketidakseimbangan pada sisi permintaan. Total antrean bid tercatat 649.351 lot, jauh lebih besar dibandingkan offer yang berada di 363.136 lot. Pada level 2.110 terdapat antrean beli 3.191 lot, sementara di 2.100 mencapai 25.867 lot.
Di sisi jual, antrean terbesar terlihat di 2.200 sebanyak 173.705 lot, bertepatan dengan batas ARA, menjadikan area tersebut sebagai titik konsentrasi likuiditas berikutnya.
Frekuensi transaksi tercatat 6.485 kali di sisi bid dan 1.427 kali di sisi offer, menunjukkan dominasi aktivitas pada sisi pembelian. Pola ini selaras dengan lonjakan harga yang terjadi dalam satu sesi perdagangan.
Jika melihat grafik harian, ENRG melanjutkan tren kenaikan yang telah terbentuk sejak kuartal sebelumnya. Harga kini menembus area konsolidasi sebelumnya dan bergerak mendekati level tertinggi baru dalam beberapa bulan terakhir.
Volume perdagangan juga terlihat meningkat pada fase kenaikan terakhir, berbeda dengan periode konsolidasi sebelumnya yang cenderung ber-volume lebih rendah.
Kombinasi kenaikan harga mendekati 20 persen, lonjakan volume, serta dominasi antrean beli di bawah batas ARA menempatkan saham ini dalam fase percepatan jangka pendek. Area 2.200 menjadi batas teknis berikutnya yang menjadi perhatian pelaku pasar dalam sesi perdagangan hari ini.
Faktor Makro dan Fundamental Solid
Kombinasi faktor makro dan fundamental tersebut kemudian tercermin pada percepatan pergerakan harga saham ENRG di pasar. Kenaikan harga minyak mentah global tidak hanya berdampak pada sentimen sektoral, tetapi juga langsung memengaruhi proyeksi arus kas perusahaan hulu migas.
Dengan struktur pendapatan yang berkorelasi kuat terhadap harga minyak dan gas, setiap kenaikan harga komoditas akan meningkatkan potensi pendapatan bruto sebelum mempertimbangkan struktur biaya produksi.
Secara operasional, ENRG memiliki portofolio aset migas yang tersebar di dalam dan luar negeri dengan karakter produksi yang sensitif terhadap perubahan harga jual. Ketika harga minyak bergerak naik, realisasi average selling price berpotensi meningkat, sementara sebagian komponen biaya bersifat relatif tetap dalam jangka pendek.
Mekanisme ini menciptakan leverage operasional yang memperbesar dampak kenaikan harga minyak terhadap laba bersih.
Data laporan keuangan tahun buku 2025 menunjukkan laba bersih tumbuh 21,4 persen menjadi USD91,35 juta, didukung peningkatan pendapatan dan efisiensi beban pokok penjualan.
Pertumbuhan tersebut terjadi sebelum lonjakan harga minyak terbaru pada awal Maret 2026, sehingga pergerakan komoditas terkini menambah dimensi baru terhadap ekspektasi kinerja tahun berjalan.
Investasi eksplorasi lebih dari USD250 juta yang difokuskan pada pengembangan cadangan jangka panjang juga memperkuat posisi produksi di tengah siklus harga yang membaik.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.