KABARBURSA.COM – Harga Bitcoin masih bergerak dalam tekanan bearish ringan dalam beberapa sesi terakhir, seiring ketidakpastian global yang membuat pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati.
Dilansir dari BeInCrypto, Bitcoin belum mampu membangun momentum kenaikan yang solid, meski tekanan penurunan juga terpantau relatif terbatas.
Di tengah pergerakan harga yang cenderung datar tersebut, minat terhadap exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot justru menunjukkan peningkatan. Tingginya permintaan terhadap instrumen ini mengindikasikan adanya perubahan posisi investor ke arah pandangan yang lebih konstruktif.
ETF Bitcoin spot tercatat membukukan arus masuk dana sebesar USD 1,42 miliar dalam sepekan terakhir. Angka tersebut menjadi akumulasi mingguan tertinggi dalam tiga bulan terakhir dan mencerminkan kembalinya minat institusional, meski harga Bitcoin belum menunjukkan pergerakan signifikan.
Arus masuk dengan skala serupa terakhir terjadi pada Oktober 2025, ketika ETF Bitcoin menarik dana sekitar USD2,71 miliar.
Arus masuk ke ETF umumnya dipandang sebagai indikasi meningkatnya kepercayaan investor, mengingat instrumen ini lebih sering digunakan untuk penempatan dana jangka menengah hingga panjang, bukan spekulasi jangka pendek.
Pola yang terlihat saat ini mencerminkan ekspektasi pelaku pasar terhadap potensi kenaikan harga Bitcoin, meskipun volatilitas jangka pendek dan sinyal makroekonomi masih beragam.
Indikator makro on-chain turut memperkuat pandangan tersebut. Pi Cycle Top Indicator, yang secara historis digunakan untuk mengidentifikasi kondisi pasar Bitcoin yang overvalued, saat ini menunjukkan perbedaan arah.
Indikator ini membandingkan rata-rata pergerakan sederhana 111 hari dengan rata-rata pergerakan 2×365 hari guna mendeteksi potensi puncak siklus.
Saat ini, kedua rata-rata tersebut justru semakin menjauh dan tidak menunjukkan tanda-tanda konvergensi. Kondisi ini mengindikasikan pasar belum berada dalam fase overvalued.
Secara historis, pola serupa kerap muncul pada fase awal hingga pertengahan pasar bull, dengan tingkat risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan fase puncak.
Pada waktu publikasi, Bitcoin diperdagangkan di kisaran USD 95.173 dan masih bertahan di atas level support penting USD 95.000. Area ini telah beberapa kali diuji dan tetap mampu dipertahankan, mencerminkan keberadaan pembeli di level tersebut.
Arus masuk ETF yang berlanjut berpotensi menambah permintaan yang dibutuhkan untuk mendorong harga keluar dari fase konsolidasi.
Jika sentimen pasar tetap terjaga, Bitcoin berpeluang kembali menguji area USD 98.000. Pergerakan tersebut juga akan membuka ruang bagi BTC untuk melampaui exponential moving average 200 hari di sekitar USD 95.986. Namun, apabila sentimen berubah dan ETF spot mulai mencatat arus keluar, tekanan jual dapat kembali meningkat.
Dalam kondisi tersebut, Bitcoin berisiko kehilangan support USD 95.000 dan berpotensi bergerak menuju area USD93.471. (*)