KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026, meski pergerakannya masih diwarnai tekanan jual di sejumlah sektor.
Berdasarkan data perdagangan pagi hari, IHSG naik 0,47 persen ke level 9.075, setelah bergerak fluktuatif dengan rentang terendah di 9.026 dan tertinggi menyentuh 9.109. Nilai transaksi pasar tercatat sekitar Rp6,27 triliun dengan volume 143,50 juta lot dan frekuensi lebih dari 919 ribu kali transaksi.
Meski indeks menguat, aktivitas investor asing menunjukkan sikap selektif. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan pembelian sebesar Rp7,50 triliun dan penjualan Rp7,03 triliun, sehingga menghasilkan net foreign buy Rp474,49 miliar. Jika digabungkan dengan transaksi tunai dan negosiasi, net buy asing di seluruh pasar mencapai Rp958,22 miliar. Kontribusi transaksi asing tercatat sekitar 29,06 persen, sementara investor domestik masih mendominasi dengan porsi 70,94 persen.
Dari sisi pergerakan saham, beberapa emiten mencatatkan penguatan signifikan dan masuk jajaran top gainers. Saham PT Trisula Textile Industries Tbk dari sektor tekstil dan garmen melonjak 34,55 persen ke level 148. Saham PT Ever Shine Tex Tbk, juga dari sektor tekstil, menguat 32,63 persen ke 252. Selanjutnya, saham PT Inocycle Technology Group Tbk dari sektor industri daur ulang naik 28,96 persen ke 236, diikuti PT Bersama Zatta Jaya Tbk dari sektor ritel fesyen yang menguat 27,16 persen ke 103, serta PT Asiaplast Industries Tbk dari sektor manufaktur plastik yang naik 25 persen ke level 480.
Di sisi lain, tekanan jual terlihat pada sejumlah saham yang masuk daftar top losers. Saham PT Agro Yasa Lestari Tbk dari sektor perkebunan turun 14,91 persen ke 274. Saham PT Soho Global Health Tbk dari sektor kesehatan melemah 14,79 persen ke 2.880. Tekanan juga terjadi pada saham PT Citra Tubindo Tbk dari sektor energi yang terkoreksi 9,48 persen ke 7.400, PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk dari sektor properti yang turun 9,27 persen ke 274, serta PT Kioson Komersial Indonesia Tbk dari sektor teknologi yang melemah 7,76 persen ke 214.
Secara sektoral, kinerja indeks sektoral cenderung bervariasi. Sektor industri menjadi penopang utama dengan kenaikan 0,63 persen, disusul sektor siklikal yang menguat 0,47 persen, sektor properti naik 0,34 persen, serta sektor barang konsumsi non-siklikal yang naik tipis 0,11 persen. Sementara itu, tekanan terlihat pada sektor kesehatan yang turun 1,48 persen, sektor transportasi melemah 1,05 persen, sektor teknologi terkoreksi 0,89 persen, sektor bahan baku turun 0,71 persen, sektor infrastruktur melemah 0,50 persen, serta sektor energi dan keuangan yang masing-masing turun 0,18 persen.
Mengacu pada analisis teknikal MNCS Daily Scope Wave, IHSG yang telah mencapai target 9.100 kini mulai menunjukkan munculnya tekanan jual. Posisi indeks diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii], sehingga pelaku pasar diminta mencermati potensi koreksi di area 8.970 hingga 9.039. Adapun peluang penguatan lanjutan diperkirakan berada di kisaran 9.123 hingga 9.151, dengan level support di 8.956 dan 8.908.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG di awal pekan ini mencerminkan fase konsolidasi setelah reli sebelumnya. Aliran dana asing yang masih mencatatkan net buy menjadi sentimen positif, namun tekanan jual di sejumlah saham berkapitalisasi menengah dan sektor tertentu menandakan investor mulai lebih berhati-hati. Dalam jangka pendek, pasar diperkirakan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan selektif, menunggu konfirmasi lanjutan baik dari sisi teknikal maupun sentimen global dan domestik.(*)