KABARBURSA.COM – PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD36,83 juta pada tahun buku 2025. Capaian ini berbalik dari laba bersih USD122,27 juta pada 2024.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025 dan 2024 yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 2 Maret 2026, total rugi tahun berjalan perseroan tercatat USD36,83 juta, dibandingkan laba bersih USD124,07 juta pada tahun sebelumnya.
Penurunan kinerja tersebut sejalan dengan kontraksi signifikan pada sisi pendapatan. Penjualan bersih GGRP turun menjadi USD187,35 juta pada 2025 dari USD351,80 juta pada 2024. Beban pokok penjualan memang ikut menurun dari USD343,01 juta menjadi USD210,80 juta, namun penurunan tersebut belum mampu menahan tekanan pada margin.
Perseroan mencatat rugi bruto sebesar USD23,45 juta pada akhir 2025, berbalik dari laba bruto USD8,78 juta pada tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, rugi sebelum pajak penghasilan tercatat USD47,95 juta.
Dari sisi neraca, total aset per 31 Desember 2025 tercatat USD724,62 juta, turun dari USD792,72 juta pada akhir 2024. Aset lancar menurun menjadi USD182,67 juta dari USD237,41 juta, terutama akibat penurunan kas dan setara kas serta persediaan.
Di sisi lain, total liabilitas berhasil ditekan menjadi USD71,13 juta dari USD102,20 juta pada tahun sebelumnya. Dengan demikian, total ekuitas tercatat USD653,49 juta per akhir 2025, dibandingkan USD690,52 juta pada akhir 2024.
Pada level per saham, rugi per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan tercatat USD0,00304 pada 2025, berbanding laba per saham USD0,00169 pada 2024.
Sejalan dengan publikasi laporan keuangan tersebut, pergerakan saham GGRP pada sesi I perdagangan 2 Maret 2026 terpantau bergerak datar. Saham dibuka di level 302, sempat menyentuh level tertinggi 336 dan terendah 302, sebelum kembali ke level 316 atau tidak berubah dari harga penutupan sebelumnya.
Nilai transaksi tercatat sekitar Rp443,9 juta dengan volume 14.141 lot dan frekuensi 141 kali.
Struktur antrean menunjukkan total bid sebanyak 14.407 lot dan offer 17.744 lot. Pada sisi beli, antrean terbesar terlihat di level 300 sebanyak 3.477 lot dan 302 sebanyak 2.039 lot. Sementara di sisi jual, antrean menumpuk di level 336 sebanyak 1.611 lot dan 338 sebanyak 1.624 lot.
Pergerakan harga yang kembali ke level penutupan sebelumnya mencerminkan respons pasar yang masih menunggu dinamika lanjutan setelah pembalikan kinerja keuangan pada tahun buku 2025.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.