KABARBURSA.COM — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan tonggak penting dalam perjalanan bisnisnya setelah berhasil membukukan arus kas bebas disesuaikan (adjusted free cash flow) positif pada tahun 2025. Capaian tersebut diumumkan perseroan bersamaan dengan rilis laporan kinerja tahunan yang menunjukkan perbaikan fundamental perusahaan teknologi tersebut.
Dalam siaran pers kinerja tahun buku 2025, GOTO melaporkan arus kas bebas disesuaikan positif sebesar sekitar Rp966 miliar. Pencapaian ini menjadi sinyal penting bahwa perusahaan tidak hanya berhasil meningkatkan profitabilitas operasional, tetapi juga mampu menghasilkan arus kas yang mendukung keberlanjutan bisnisnya.
Manajemen GOTO menyampaikan bahwa capaian arus kas bebas positif tersebut mencerminkan fundamental bisnis yang semakin kuat serta efektivitas perusahaan dalam melakukan alokasi modal. Hal ini juga menunjukkan bahwa strategi efisiensi dan optimalisasi monetisasi yang dijalankan perusahaan mulai memberikan hasil nyata.
Selain itu, GOTO juga berhasil mencatatkan EBITDA Grup yang disesuaikan positif sebesar Rp2,0 triliun sepanjang tahun 2025. Realisasi tersebut bahkan melampaui pedoman kinerja yang sebelumnya telah ditetapkan oleh manajemen di angka Rp1,8-1,9 triliun.
Pencapaian tersebut menandai fase baru bagi GOTO yang dalam beberapa tahun terakhir fokus pada upaya memperbaiki struktur biaya dan meningkatkan kualitas pendapatan. Dengan EBITDA yang positif, perusahaan dinilai semakin dekat menuju model bisnis yang lebih berkelanjutan.
Sejalan dengan tren perbaikan kinerja tersebut, GOTO juga menetapkan pedoman baru untuk tahun 2026. Perusahaan menargetkan EBITDA Grup yang disesuaikan berada di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun, atau tumbuh sekitar 59 persen hingga 69 persen dibandingkan realisasi tahun 2025.
Analis Muhammad Farras dari Mirae Asset Sekuritas menilai prospek kinerja GOTO masih akan tetap solid pada tahun depan. Ia memperkirakan tren perbaikan profitabilitas perusahaan masih akan berlanjut seiring dengan pertumbuhan ekosistem digital yang dimiliki perusahaan.
Menurutnya, arus kas bebas GPTO berpotensi tetap positif sepanjang tahun 2026 apabila perusahaan mampu menjaga disiplin operasional serta mengelola belanja modal secara efisien.
“Positive free cash flow menunjukkan bahwa operating profit GOTO yang tercermin dari EBITDA yang disesuaikan benar-benar terefleksi dalam arus kas operasional. Dengan pengelolaan belanja modal yang efektif, arus kas bebas bisa tetap positif,” ujar dia.
Ia menambahkan bahwa arus kas bebas positif merupakan indikator penting bagi investor dalam menilai kesehatan keuangan perusahaan teknologi. Tidak hanya mencatatkan laba secara akuntansi, perusahaan yang dituntut mampu menunjukkan bahwa laba tersebut benar-benar menghasilkan kas.
Karena itu, capaian free cash flow positif ini dinilai sebagai milestone penting bagi GOTO. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mulai memasuki fase yang lebih matang di mana profitabilitas operasional dapat diterjemahkan menjadi kekuatan kas yang nyata.
Menurut analis, peningkatan profitabilitas dan kemampuan menghasilkan arus kas positif tersebut tidak lepas dari disiplin eksekusi strategi yang dijalankan GOTO.
Perusahaan terus melakukan inovasi produk yang menyasar segmen affluent maupun mass market pada layanan On-Demand Services (ODS), sekaligus memperkuat bisnis fintech melalui layanan pembayaran dan pembiayaan.
Kedua segmen tersebut dinilai telah menunjukkan kinerja operasional yang semakin baik dan bahkan mencetak laba operasional.
Kombinasi pertumbuhan bisnis ODS dan fintech ini menjadi pendorong utama yang memperkuat kinerja GOTO secara konsolidasi serta membuka ruang bagi pertumbuhan yang lebih berkelanjutan ke depan.(*)