Logo
>

GOTO Lompat 5 Persen, IHSG Naik Tipis di Sesi I

Saham teknologi dorong indeks ke zona hijau, namun tekanan sektor basic dan sentimen global membuat penguatan IHSG masih tertahan.

Ditulis oleh Yunila Wati
GOTO Lompat 5 Persen, IHSG Naik Tipis di Sesi I
GOTO naik hingga 5,66 persen dan menjadi pendorong kenaikan tipis IHSG di sesi pertama perdagangan Rabu, 29 April 2026. (Foto: dok KabarBursa)

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak tipis ke zona hijau pada sesi I perdagangan Rabu, 29 April 2026. Indeks menguat 8 poin atau 0,12 persen ke level 7.080, di tengah aktivitas transaksi yang tetap tinggi.

Data perdagangan menunjukkan volume mencapai 268,9 juta lot dengan nilai transaksi Rp84,08 triliun. Pergerakan indeks terlihat cenderung tertahan, dengan dorongan yang datang dari sejumlah saham tertentu, sementara sebagian sektor masih mengalami tekanan.

Salah satu penopang utama pergerakan indeks datang dari saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Saham ini ditutup di level 56 atau naik 3 poin setara 5,66 persen, dengan volume transaksi mencapai 63,80 juta saham dan frekuensi 30,73 ribu kali.

Pergerakan GOTO yang berada di jajaran top gainers LQ45 memberikan dorongan pada indeks di tengah pergerakan saham lain yang cenderung beragam. Selain GOTO, penguatan juga terjadi pada saham MEDC, JPFA, UNVR, AADI, ADMR, dan ISAT.

Di sisi lain, tekanan masih terlihat pada sejumlah saham besar. BRPT, ANTM, DSSA, SCMA, HEAL, MBMA, dan EXCL masuk dalam daftar top losers, sehingga menahan laju kenaikan IHSG agar tidak bergerak lebih tinggi.

Dari sisi sektoral, sektor industri mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 2,67 persen. Kenaikan ini didorong oleh saham-saham seperti GMFI yang naik 1,54 persen, INDS 1,05 persen, ASII 0,83 persen, dan HEXA 0,23 persen.

Sebaliknya, sektor basic industry menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,33 persen. Pelemahan ini terjadi seiring koreksi pada saham-saham seperti BRPT yang turun 4,23 persen, TPIA 3,60 persen, TKIM 1,17 persen, dan INKP 0,78 persen.

Indeks Asia Kompak Menguat

Pergerakan domestik ini terjadi di tengah kondisi bursa Asia yang bergerak beragam. Sejumlah indeks utama di kawasan Asia mencatatkan penguatan, seperti Shanghai Composite yang naik 0,40 persen, Shenzhen Component 1,58 persen, CSI 300 sebesar 0,64 persen, Hang Seng 1,29 persen, dan Kospi 0,72 persen.

Namun tidak semua pasar bergerak searah. Indeks Taiex di Taiwan turun 0,13 persen, sementara S&P/ASX200 Australia melemah 0,25 persen. Bursa Jepang tidak melakukan perdagangan karena libur.

Dari sisi global, tekanan datang dari Wall Street yang ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya. Indeks S&P 500 turun 0,49 persen ke 7.138, Nasdaq Composite melemah 0,9 persen ke 24.663, dan Dow Jones turun tipis 0,05 persen ke 49.141.

Sentimen eksternal dipengaruhi oleh perkembangan di sektor energi dan teknologi. Laporan terkait keluarnya Uni Emirat Arab dari OPEC serta kabar perlambatan pertumbuhan OpenAI menjadi perhatian pelaku pasar.

Rupiah Turun 0,47 Persen

Pergerakan mata uang Asia juga menunjukkan dinamika tersendiri. Rupiah tercatat melemah 0,47 persen ke level 17.324 per dolar AS, sejalan dengan pelemahan sejumlah mata uang lain seperti rupee India yang turun 0,21 persen dan baht Thailand yang melemah 0,24 persen.

Di sisi lain, beberapa mata uang menguat terbatas. Dolar Singapura naik 0,03 persen, yuan China menguat 0,01 persen, dan ringgit Malaysia bertambah 0,05 persen terhadap dolar AS.

Dengan kombinasi faktor domestik dan global tersebut, pergerakan IHSG pada sesi I terlihat masih berada dalam fase konsolidasi. Kenaikan terbatas yang didorong oleh saham-saham tertentu seperti GOTO berlangsung di tengah tekanan sektoral dan sentimen eksternal yang belum sepenuhnya mereda.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79