KABARBURSA.COM — PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) mengungkapkan tengah menjajaki sejumlah opsi aksi korporasi sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha. Langkah tersebut muncul di tengah sorotan atas volatilitas pergerakan saham perseroan dalam beberapa waktu terakhir.
Direktur Utama GPSO, Dionysius Tjokro, menjelaskan bahwa rencana tersebut masih berada pada tahap awal dan belum ada keputusan final yang diambil oleh manajemen. Penjelasan ini disampaikan sebagai respons atas permintaan klarifikasi dari Bursa Efek Indonesia terkait fluktuasi transaksi saham perseroan.
“Perseroan saat ini sedang melakukan penjajakan terhadap beberapa opsi rencana korporasi,” ujar Dionysius dalam keterangannya yang dikutip Kamis, 12 Maret 2026.
Dalam pengungkapan tersebut, perseroan menjelaskan bahwa langkah ekspansi ini berkaitan dengan rencana akuisisi sejumlah entitas usaha serta aset industri yang nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp700 miliar. Transaksi tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat kapasitas produksi serta memperluas jaringan bisnis di sektor industri manufaktur.
Sebelumnya, pada 20 Januari 2026, GPSO telah menandatangani kesepakatan awal dengan sejumlah pihak terafiliasi yakni PT Morita Tjokro Gearindo, PT Tjokro Bersaudara Cikarangindo, dan PT Jaya Indah Casting. Kesepakatan tersebut mencakup rencana pengalihan saham perusahaan dan sejumlah aset industri yang dinilai memiliki potensi mendukung ekspansi jangka panjang perseroan.
Dalam skema awal yang sedang dikaji, GPSO berencana mengakuisisi 75 persen saham PT Pulogadung Tempajaya dengan nilai sekitar Rp385 miliar. Perusahaan tersebut dikenal bergerak di bidang manufaktur komponen industri yang mendukung berbagai sektor produksi.
Selain itu, GPSO juga berencana mengambil alih 70 persen saham PT Tjokro Bersaudara Komponenindo dengan nilai sekitar Rp90 miliar. Perusahaan ini bergerak di bidang produksi komponen industri yang digunakan dalam berbagai proses manufaktur.
Langkah akuisisi berikutnya adalah pengambilalihan 70 persen saham PT Jakarta Marten Logamindo dengan nilai transaksi sekitar Rp65 miliar. Entitas ini bergerak di bidang pengolahan logam dan komponen industri yang memiliki keterkaitan dengan lini bisnis utama perseroan.
Tidak hanya mengakuisisi perusahaan, GPSO juga berencana membeli sejumlah aset strategis berupa tanah dan bangunan pabrik yang berada di kawasan industri Jababeka dan EJIP di Cikarang. Nilai transaksi untuk aset tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp160 miliar. Aset tersebut dipandang penting untuk memperkuat fasilitas produksi dan mendukung ekspansi operasional perseroan di sektor barang perindustrian.
Untuk membiayai rencana transaksi tersebut, manajemen GPSO tengah mengkaji berbagai alternatif pendanaan. Opsi yang dipertimbangkan antara lain pinjaman dari perbankan, penerbitan instrumen utang, hingga penerbitan saham baru melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau rights issue.
Selain itu, perseroan juga membuka kemungkinan menggunakan skema share swap atau pertukaran saham, inbreng saham, penerbitan surat utang dengan bunga rendah, hingga pembelian hak pengelolaan jangka panjang yang dilengkapi opsi pembelian aset di masa mendatang.
Manajemen menjelaskan bahwa proses kajian dan persiapan transaksi masih berlangsung. GPSO menargetkan proses uji tuntas atau due diligence dapat diselesaikan pada April 2026. Setelah itu, perseroan berencana mengajukan persetujuan pendanaan serta meminta restu pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Juni 2026.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, perseroan menargetkan pelaksanaan rights issue sekaligus penyelesaian transaksi akuisisi tersebut dapat direalisasikan pada Desember 2026.
Dari sisi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, saham PT Geoprima Solusi Tbk tercatat berada di level 324. Dalam satu bulan terakhir saham ini mengalami penurunan signifikan sekitar 152 poin atau 31,93 persen.
GPSO merupakan emiten yang bergerak di sektor barang perindustrian dan juga masuk dalam kategori saham syariah. Dalam pergerakan harga historisnya, saham GPSO sempat berada di kisaran level 535 hingga 550 sebelum mengalami koreksi hingga mendekati area 302 dalam beberapa periode perdagangan terakhir.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.