KABARBURSA.COM – Pergerakan harga emas global kembali memasuki fase krusial setelah XAU/USD bergerak mendekati area 5.092, level yang disebut sebagai titik uji higher high dalam struktur jangka pendek.
Pada grafik satu jam, harga emas berada di kisaran 5.062 dan membentuk pola kenaikan bertahap sejak rebound dari area 4.400–4.500 pada awal Februari. Struktur ini menunjukkan tren naik yang mulai stabil setelah fase koreksi tajam sebelumnya.
Secara teknikal, analis Kalvin Lie melihat area 5.051–5.092 menjadi resistance penting. Level 5.051 merupakan area Fibonacci 0,618, sementara area 5.092 menjadi batas psikologis sekaligus puncak minor sebelumnya.
Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 5.092, ruang kenaikan terbuka menuju resistance berikutnya di 5.228 yang merupakan area Fibonacci 0,786, kemudian 5.452 sebagai resistance mayor berikutnya.
Struktur kanal naik yang terbentuk pada grafik intraday memperlihatkan momentum masih terjaga, meski pergerakan mulai melambat mendekati resistance.
Indikator MACD pada timeframe pendek menunjukkan momentum yang relatif datar setelah fase reli, menandakan pasar sedang menunggu katalis lanjutan untuk mendorong breakout. Selama harga tetap bertahan di atas area 4.980–5.000 sebagai support dinamis, bias pergerakan masih condong ke atas.
Break dan hold di atas 5.092 akan mengonfirmasi kelanjutan tren naik jangka pendek.
Sentimen Positif bagi Saham EMAS?
Penguatan harga emas global ini berpotensi menjadi sentimen positif bagi saham berbasis emas di dalam negeri, termasuk PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). Namun pada perdagangan sesi I, saham EMAS justru terkoreksi 2,40 persen ke level 7.125 dari penutupan sebelumnya 7.300.
Harga sempat dibuka di 7.325, menyentuh level tertinggi 7.400, dan terendah 7.050 sebelum bergerak di kisaran 7.100–7.150.
Koreksi intraday EMAS terjadi di tengah kapitalisasi pasar sekitar Rp115,69 triliun dan posisi harga yang masih di bawah level tertinggi 52 minggu di 7.950. Pergerakan ini menunjukkan bahwa saham belum sepenuhnya merefleksikan potensi kenaikan harga emas global dalam jangka sangat pendek.
Tekanan jual intraday bisa mencerminkan aksi ambil untung setelah reli sebelumnya atau respons pasar yang masih menunggu konfirmasi breakout harga emas dunia.
Secara korelasi historis, saham tambang emas ini cenderung bergerak searah dengan harga emas global, meski dengan jeda waktu dan pengaruh faktor domestik seperti arus dana dan kondisi indeks.
Jika XAU/USD benar-benar menembus 5.092 dan bergerak menuju 5.228, sentimen terhadap saham berbasis emas berpotensi menguat, terutama jika diikuti peningkatan volume transaksi dan aliran dana masuk.
Dengan demikian, peluang kenaikan emas global masih terbuka selama resistance 5.092 dapat ditembus dan dipertahankan. Bagi saham EMAS, konfirmasi penguatan harga emas dunia dapat menjadi katalis lanjutan untuk menguji kembali area 7.300–7.400 dan membuka ruang menuju resistance lebih tinggi.
Namun selama harga emas masih tertahan di bawah 5.092, pergerakan saham cenderung bergerak selektif dan menunggu arah yang lebih jelas dari pasar global.(*)