KABARBURSA.COM - Sepanjang tahun 2025, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) menorehkan laba bersih sebesar Rp429,55 miliar. Angka ini menyusut 19,9 persen bila dibandingkan dengan capaian pada Tahun Buku 2024 yang mencapai Rp535,94 miliar. Sebuah kontraksi yang mencerminkan tekanan di tengah ekspansi.
Merujuk laporan keuangan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025, emiten pengelola jaringan rumah sakit Hermina tersebut membukukan pendapatan bersih Rp7,13 triliun. Terdapat pertumbuhan 6,2 persen dibandingkan periode identik tahun sebelumnya yang sebesar Rp6,72 triliun. Namun, akselerasi pendapatan ini tidak sepenuhnya menghadirkan kelegaan.
Kenaikan omzet justru diiringi lonjakan beban pokok pendapatan yang menanjak 10,2 persen secara tahunan menjadi Rp4,72 triliun. Dampaknya terasa. Laba bruto tergerus tipis, turun 0,9 persen menjadi Rp2,41 triliun dari sebelumnya Rp2,44 triliun pada 2024.
Dalam rentang Januari hingga Desember 2025, HEAL mencatat laba usaha sebesar Rp967,04 miliar. Nilai tersebut merosot 8,6 persen secara year-on-year. Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan terkoreksi lebih dalam, tercatat Rp754,88 miliar—turun 16,8 persen dari Rp907,15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Tekanan berlanjut pada lini bawah. Beban pajak penghasilan neto sebesar Rp205,92 miliar menyeret laba tahun berjalan menjadi Rp548,96 miliar. Angka ini merosot 20,3 persen dibandingkan tahun lalu. Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp429,55 miliar, atau turun 19,9 persen secara tahunan.
Dari perspektif neraca, kinerja masih menunjukkan ekspansi. Total ekuitas per 31 Desember 2025 mencapai Rp7,21 triliun, tumbuh signifikan 22,9 persen dari posisi Rp5,87 triliun pada akhir 2024. Di sisi lain, total liabilitas relatif stagnan dengan penurunan tipis 0,7 persen menjadi Rp4,68 triliun.
Secara keseluruhan, struktur aset turut menguat. Hingga akhir 2025, total aset HEAL tercatat Rp11,89 triliun, meningkat 12,4 persen secara tahunan. Sementara itu, posisi kas dan bank mencapai Rp727,79 miliar, naik 13,2 persen dibandingkan Rp643,17 miliar pada penghujung 2024.(*)