KABARBURSA.COM – PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA), emiten sektor jasa konsumen yang bergerak di bidang jasa vokasional dan pengelolaan hotel edukatif, mencatatkan kinerja keuangan yang melonjak tajam sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp2,77 miliar, meningkat 231 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp835,67 juta.
Lonjakan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang naik dari Rp22,34 miliar pada 2024 menjadi Rp25,30 miliar pada 2025. Kinerja ini menunjukkan bahwa strategi ekspansi yang diiringi dengan pengendalian biaya berjalan efektif di tengah meningkatnya permintaan terhadap layanan pelatihan vokasi berbasis industri.
Direktur Keuangan PT Idea Indonesia Akademi Tbk, Yusuf Nur Fauzan, menegaskan capaian ini mencerminkan kekuatan fundamental Perseroan yang semakin solid. “Pencapaian laba bersih tahun 2025 yang tumbuh lebih dari tiga kali lipat ini merupakan bukti nyata dari kesehatan fundamental keuangan Perseroan,” ujarnya dalam keterangan tertulis Kamis, 2 April 2026.
Ia menambahkan bahwa Perseroan tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan, tetapi juga menjaga disiplin dalam pengelolaan biaya operasional. Strategi tersebut memberikan ruang bagi perusahaan untuk terus berinvestasi pada peningkatan kualitas fasilitas pelatihan serta pengembangan jaringan hotel edukatif ke depan.
Secara operasional, pertumbuhan kinerja IDEA didorong oleh keberhasilan dalam memperkuat manajemen alur peserta hingga penempatan kerja. Perseroan mampu memastikan proses rekrutmen, pelatihan, hingga penyaluran lulusan ke dunia industri berjalan lebih efisien. Menurut dia pendekatan ini terbukti efektif dalam menekan biaya operasional meskipun perusahaan melakukan ekspansi pasar secara agresif.
Dari sisi profitabilitas, peningkatan juga tercermin pada laba bruto yang mencapai Rp14.544.940.373 atau Rp14,54 miliar. Kenaikan ini memberikan margin yang lebih tebal, sehingga Perseroan memiliki fleksibilitas untuk membiayai aktivitas pemasaran sekaligus memperluas pengembangan bisnis.
Permintaan yang tinggi terhadap program pelatihan eksekutif dengan garansi penempatan kerja menjadi salah satu motor utama pertumbuhan. Sepanjang 2025, jumlah pendaftar tercatat melampaui 9.800 orang, mendorong tingkat okupansi pelatihan baik secara online maupun offline di seluruh Indonesia.
Selain itu, strategi pemasaran yang lebih agresif serta kemitraan strategis dengan lebih dari 1.200 mitra industri, termasuk sektor perhotelan dan kapal pesiar, turut memperkuat kinerja Perseroan. Kolaborasi ini memastikan setiap investasi yang dikeluarkan mampu menghasilkan konversi pendapatan yang optimal.
Sebagai bagian dari model bisnisnya, IDEA juga mengoperasikan hotel dan restoran serta mengembangkan konsep hotel edukatif sebagai pusat praktik industri. Model ini menjadi keunggulan kompetitif karena mampu menjembatani kebutuhan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata dan layanan.
Memasuki tahun 2026, manajemen menargetkan pertumbuhan berkelanjutan melalui inovasi kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan industri pariwisata modern. Perseroan juga berencana memperkuat infrastruktur teknologi pada platform pelatihan online guna menjangkau peserta dari wilayah yang lebih luas tanpa meningkatkan beban biaya tetap secara signifikan.(*)