KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat, 3 Juli 2026, di zona hijau setelah menguat 108,24 poin atau 1,88 persen ke level 5.852,79 pada awal sesi I. Penguatan indeks ditopang oleh mayoritas sektor yang bergerak positif meski investor asing masih membukukan aksi jual bersih.
Berdasarkan data perdagangan hingga sekitar pukul 09.03 WIB, nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp684,75 miliar dengan volume perdagangan 11,31 juta lot dari sekitar 80.090 kali transaksi. Di pasar reguler, nilai transaksi tercatat sebesar Rp677,19 miliar dengan volume 10,84 juta lot.
Meski IHSG menguat, investor asing masih mencatatkan net foreign sell sebesar Rp237,87 miliar di seluruh pasar. Sementara di pasar reguler, nilai jual bersih asing mencapai Rp322,69 miliar. Sepanjang perdagangan, nilai pembelian investor asing tercatat Rp4,46 triliun, sedangkan penjualan mencapai Rp4,70 triliun.
Hampir seluruh indeks sektoral bergerak di zona hijau. Sektor basic materials atau bahan baku memimpin kenaikan dengan penguatan 3,27 persen, diikuti sektor industrial yang naik 2,81 persen. Sektor energi turut menguat 1,63 persen, disusul sektor keuangan 1,29 persen, kesehatan 1,32 persen, teknologi 1,26 persen, infrastruktur 1,23 persen, properti 0,98 persen, barang konsumsi primer 0,91 persen, consumer cyclicals 0,64 persen, serta transportasi yang naik tipis 0,17 persen.
Di jajaran saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi, PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) memimpin daftar top gainers setelah melonjak 25 persen ke level Rp390. Emiten yang bergerak di sektor energi dan jasa pertambangan itu diikuti PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX), perusahaan distributor alat kesehatan yang naik 22,41 persen ke Rp710.
Selanjutnya, PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS), perusahaan pembiayaan, menguat 16,51 persen ke Rp635. PT Arthavest Tbk (ARTA), emiten yang bergerak di sektor jasa keuangan dan investasi, naik 14,84 persen ke Rp3.250. Sementara PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO), produsen cokelat dan makanan olahan, bertambah 11,21 persen ke level Rp258.
Di sisi lain, tekanan jual masih membayangi sejumlah saham. PT Jembo Cable Company Tbk (JECC), produsen kabel listrik, menjadi top loser setelah turun 8,57 persen ke Rp640. PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), pengembang properti dan perhotelan, melemah 7,25 persen ke Rp640.
Kemudian PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY), perusahaan yang bergerak di bisnis restoran dan hiburan, turun 6,92 persen menjadi Rp605. PT KMI Wire and Cable Tbk (KBLI), produsen kabel, terkoreksi 6,59 persen ke Rp312. Sementara PT Steady Safe Tbk (SAFE), perusahaan transportasi darat, melemah 6,02 persen ke level Rp312.
Sementara itu, analis MNC Sekuritas menilai IHSG masih berada dalam fase yang rawan mengalami koreksi meski pada perdagangan sebelumnya berhasil menguat 0,87 persen ke level 5.744 dengan didukung volume pembelian.
Dalam skenario terbaik, pergerakan indeks masih merupakan bagian dari gelombang (b) pada gelombang [iv], sehingga masih berpotensi menguji area 5.472 hingga 5.540. Namun, investor juga diminta mencermati skenario alternatif yang menunjukkan IHSG mulai memasuki fase awal gelombang 3. MNC Sekuritas memperkirakan area support berada di level 5.486 dan 5.317, sedangkan resistance berada pada level 6.007 dan 6.286.(*)