Logo
>

IHSG Anjlok Jelang Akhir Pekan, ini 10 Saham Top Losers Paling Jeblok

IHSG ditutup melemah 0,94 persen ke 7.097, dipicu tekanan jual pada saham besar dan aksi profit taking di tengah ketidakpastian global.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Anjlok Jelang Akhir Pekan, ini 10 Saham Top Losers Paling Jeblok
IHSG tertekan jelang akhir pekan. Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan di zona merah setelah terkoreksi 67,03 poin atau turun 0,94 persen ke level 7.097,06 pada Jumat, 27 Maret 2026.

Sepanjang sesi perdagangan, indeks sempat bergerak di level tertinggi 7.154,56 dan menyentuh level terendah 7.070,21, mencerminkan tekanan jual yang cukup konsisten sejak awal hingga penutupan.

Aktivitas transaksi pasar terbilang cukup ramai dengan total volume mencapai 197,79 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp11,71 triliun dari 1,39 juta kali transaksi. Sementara itu, di pasar reguler tercatat volume 180,50 juta lot dengan nilai Rp10,57 triliun.

Pelemahan IHSG pada penutupan akhir pekan ini diiringi oleh tekanan pada sejumlah saham, khususnya dari kelompok emiten berkapitalisasi menengah hingga besar. Bahkan beberapa saham unggulan ikut terseret ke zona merah dan masuk dalam daftar top losers.

Salah satu saham yang mengalami tekanan cukup dalam adalah PT FKS Multi Agro Tbk (FISH) yang bergerak di sektor industri dasar khususnya agribisnis dan pengolahan pangan. Saham ini ditutup melemah 4,43 persen ke level 755, mencerminkan adanya aksi jual investor di tengah fluktuasi harga komoditas.

Tekanan juga terjadi pada PT Royal Prima Tbk (PRIM), emiten yang bergerak di sektor kesehatan dengan fokus pada layanan rumah sakit. Saham PRIM turun 4,23 persen ke level 68, menunjukkan sentimen negatif yang masih membayangi sektor ini dalam jangka pendek.

Selanjutnya, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) yang merupakan perusahaan pengembang properti juga mengalami pelemahan 4,19 persen ke level 800. Sektor properti sendiri memang cenderung fluktuatif seiring dengan dinamika suku bunga dan daya beli masyarakat.

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), perusahaan yang bergerak di sektor transportasi dan logistik, turut terkoreksi 4,19 persen ke level 915. Pelemahan ini terjadi di tengah kondisi pasar yang cenderung risk-off menjelang akhir pekan.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang merupakan emiten consumer goods papan atas juga tidak luput dari tekanan. Saham UNVR turun 4,12 persen ke level 1.860. Penurunan ini cukup menjadi sorotan mengingat UNVR selama ini dikenal sebagai saham defensif.

Kemudian, PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) yang bergerak di sektor konstruksi mengalami penurunan 4,04 persen ke level 95. Sektor konstruksi sendiri masih menghadapi tantangan dari sisi proyek dan pembiayaan.

PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART), perusahaan di sektor perdagangan dan distribusi, melemah 4,03 persen ke level 119. Pergerakan saham ini mencerminkan tekanan pada sektor perdagangan yang sensitif terhadap perlambatan ekonomi.

Saham PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) yang bergerak di sektor properti juga turun 3,92 persen ke level 2.450. Penurunan ini sejalan dengan tekanan yang terjadi pada saham-saham properti lainnya.

PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC), emiten sektor consumer non-cyclicals khususnya industri makanan dan minuman, terkoreksi 3,90 persen ke level 74. Pelemahan ini menunjukkan adanya aksi ambil untung setelah sebelumnya mengalami kenaikan.

Terakhir, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia yang masuk kategori BUMN, turun 3,79 persen ke level 3.050. Penurunan TLKM turut memberikan tekanan signifikan terhadap IHSG mengingat bobotnya yang besar dalam indeks.

Secara keseluruhan, pelemahan IHSG pada akhir pekan ini mencerminkan kombinasi sentimen global dan domestik yang membuat investor cenderung berhati-hati. Fluktuasi yang terjadi pada berbagai sektor mulai dari properti, konsumsi, hingga infrastruktur menunjukkan bahwa tekanan pasar bersifat cukup merata.

Kondisi ini juga mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih cenderung melakukan aksi profit taking serta mengurangi risiko menjelang ketidakpastian pasar global. Dengan demikian, pergerakan IHSG dalam jangka pendek diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif seiring dengan perkembangan sentimen eksternal dan fundamental domestik.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".