KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat, 27 Maret 2026, turun 36,75 poin atau 0,51 persen ke level 7.127,34. Sepanjang sesi, indeks sempat menyentuh level tertinggi di kisaran 7.160 sebelum terkoreksi hingga mendekati level terendah di area 7.130.
Total volume transaksi mencapai 3,65 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp335,93 miliar dari 43,65 ribu transaksi. Pergerakan ini mencerminkan tekanan jual yang masih mendominasi pasar di tengah sikap hati-hati investor menjelang akhir pekan.
Di tengah pelemahan indeks, sejumlah saham justru mencatatkan penguatan signifikan dan masuk jajaran top gainers. PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) dari sektor properti memimpin penguatan dengan naik 24,32 persen ke level 276. Saham ini menjadi perhatian pasar seiring meningkatnya minat beli pada emiten properti berkapitalisasi menengah.
Selanjutnya, PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) yang bergerak di sektor tekstil melonjak 17,95 persen ke level 920. Penguatan ini diikuti oleh PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) dari sektor teknologi finansial yang naik 11,94 persen ke level 75.
Selain itu, PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) di sektor properti industri menguat 10,92 persen ke level 193, serta PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) dari sektor keuangan naik 10,29 persen ke level 75.
Di sisi lain, tekanan jual terlihat pada sejumlah saham yang masuk top losers. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) dari sektor properti mencatat penurunan terdalam sebesar 12,16 persen ke level 2.240. Pelemahan ini diikuti oleh PT Indospring Tbk (INDS) yang bergerak di sektor otomotif dan komponen, turun 11,52 persen ke level 384.
Selanjutnya, PT Tunas Alfin Tbk (TALF) dari sektor industri kemasan terkoreksi 11,33 persen ke level 665. Sementara itu, PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) yang bergerak di sektor perkebunan turun 9,01 persen ke level 202, dan PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) dari sektor pariwisata dan properti melemah 8,73 persen ke level 115.
Dari sisi sektoral, hanya sektor teknologi dan energi yang masih bertahan di zona hijau dengan kenaikan masing-masing sebesar 0,16 persen dan 0,18 persen. Sementara sektor transportasi mencatat penurunan terdalam sebesar 1,20 persen, diikuti sektor infrastruktur turun 0,70 persen, serta sektor industri dasar dan industri masing-masing melemah 0,69 persen. Sektor keuangan, kesehatan, properti, dan konsumsi juga bergerak di zona merah dengan penurunan yang relatif terbatas.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG menunjukkan pasar masih berada dalam tekanan jangka pendek. Berdasarkan analisis teknikal, posisi indeks saat ini masih berada dalam fase koreksi lanjutan dengan potensi menguji area support di kisaran 6.745 hingga 6.887. Namun, apabila tekanan jual mereda dan terjadi akumulasi beli, IHSG masih berpeluang menguat menuju kisaran 7.450 hingga 7.779.(*)