KABARBURSA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Jumat, 6 Maret 2026, dengan pergerakan melemah. Berdasarkan data perdagangan pagi, IHSG berada di level 7.658 atau turun 52,54 poin setara 0,68 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat dibuka di level 7.699,47 dengan posisi tertinggi harian di 7.700,32 dan terendah sementara di 7.657,71. Pergerakan ini menunjukkan tekanan jual yang masih terjadi di pasar saham domestik sejak pembukaan perdagangan.
Dari sisi transaksi, nilai perdagangan tercatat sekitar Rp306,34 miliar dengan volume mencapai 8,43 juta lot dan frekuensi transaksi sebanyak 54.280 kali. Aktivitas perdagangan ini mencerminkan pelaku pasar masih melakukan penyesuaian posisi di tengah dinamika pasar global dan domestik.
Sementara itu, investor asing tercatat masih melakukan aksi jual bersih di pasar saham Indonesia. Nilai penjualan bersih asing di seluruh pasar mencapai Rp210 miliar. Jika dilihat khusus pada pasar reguler, net foreign sell bahkan mencapai Rp292,91 miliar, sementara transaksi tunai dan negosiasi mencatatkan net foreign buy sebesar Rp82,91 miliar.
Secara sektoral, pergerakan indeks menunjukkan mayoritas sektor masih berada di zona merah. Sektor basic industry atau bahan baku menjadi salah satu yang mengalami tekanan paling dalam dengan penurunan 1,38 persen. Sektor industrial turun 0,80 persen, sektor energi terkoreksi 0,74 persen, sektor infrastruktur turun 0,71 persen, sektor keuangan melemah 0,50 persen, sektor properti turun 0,49 persen, sektor consumer non-cyclical terkoreksi 0,35 persen, dan sektor kesehatan turun 0,24 persen.
Di sisi lain, beberapa sektor masih mencatatkan penguatan. Sektor transportasi dan logistik memimpin kenaikan dengan penguatan 0,97 persen, disusul sektor teknologi yang naik 0,14 persen.
Pergerakan saham individual juga cukup bervariasi pada perdagangan pagi. Beberapa saham mencatat kenaikan signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers. Saham PT Prasidha Aneka Niaga Tbk dengan kode emiten PSDN yang bergerak di sektor industri pengolahan komoditas pertanian melonjak 23,89 persen ke level 140.
Saham PT Sekar Bumi Tbk berkode SKBM yang bergerak di sektor makanan olahan juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 23,24 persen ke harga 875. Sementara itu saham PT Alakasa Industrindo Tbk dengan kode ALKA yang bergerak di sektor industri aluminium naik 16,98 persen ke level 620. Saham PT Indal Aluminium Industry Tbk berkode INAI dari sektor manufaktur aluminium turut menguat 10,20 persen ke posisi 216.
Di sisi lain, beberapa saham mengalami penurunan tajam dan masuk dalam daftar top losers. Saham PT Anabatic Technologies Tbk dengan kode emiten ATIC yang bergerak di sektor teknologi informasi turun 10,62 persen ke level 505. Saham PT Panca Global Kapital Tbk berkode PEGE dari sektor jasa keuangan terkoreksi 9,94 persen ke harga 163.
Selanjutnya saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk berkode UPNG yang bergerak di sektor perikanan dan perdagangan komoditas melemah 9,66 persen ke level 2.150. Saham PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk dengan kode BIPP dari sektor properti turun 8,97 persen ke harga 71, sementara saham PT Indo Komoditi Korpora Tbk berkode INCF yang bergerak di sektor perdagangan komoditas turun 8,70 persen ke level 63.
Di tengah fluktuasi pasar tersebut, sejumlah analis pasar modal menilai IHSG masih berada dalam fase konsolidasi jangka pendek. Berdasarkan riset MNC Sekuritas, secara teknikal posisi IHSG diperkirakan masih berada dalam bagian wave lanjutan sehingga pelaku pasar diminta mencermati potensi area koreksi pada rentang 7.140 hingga 7.391 dengan level support di 7.311 dan 7.391 serta resistance di 7.934 hingga 8.154.(*)