Logo
>

IHSG Ditutup di 8.122,60: BUMI, SCMA, Hingga ASII Top Gainers

IHSG melonjak 2,52 persen ke level 8.122,60 dengan dukungan transaksi Rp29,15 triliun, ditopang reli saham LQ45 dan penguatan merata di hampir seluruh sektor.

Ditulis oleh Yunila Wati
IHSG Ditutup di 8.122,60: BUMI, SCMA, Hingga ASII Top Gainers
IHSG kembali menguat didukung menguatkan seluruh sektor. Foto: Dok KabarBursa.

KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi terakhir Selasa, 3 Februari 2026, dengan penguatan solid. Penguatan ini menandai lanjutan pemulihan pasar setelah tekanan tajam pada awal pekan. 

IHSG ditutup di level 8.122,60, melonjak 199,87 poin atau setara 2,52 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di 7.922,73.

Sejak pembukaan di level 7.888,77, pergerakan IHSG langsung berada di zona hijau dan cenderung menguat konsisten hingga akhir sesi. Indeks sempat bergerak di area terendah 7.712,35 sebelum dorongan beli kembali mendominasi dan membawa IHSG naik bertahap menuju area atas. 

Pola ini mencerminkan perubahan sentimen yang cukup cepat dari tekanan jual ke fase pemulihan intraday, dengan karakter penguatan yang relatif rapi tanpa gejolak ekstrem di menit-menit akhir perdagangan.

Dari sisi aktivitas transaksi, likuiditas pasar terpantau sangat terjaga. Total volume perdagangan di seluruh pasar mencapai sekitar 604,62 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp29,15 triliun. Pada pasar reguler, volume tercatat sekitar 571,53 juta lot dengan nilai transaksi Rp28,11 triliun. 

Frekuensi transaksi mencapai sekitar 3,27 juta kali, mencerminkan partisipasi pelaku pasar yang luas dan merata sepanjang sesi.

Top Gainers dan Top Loosers

Menguatnya IHSG hari ini didorong oleh sejumlah saham LQ45. Ada Bumi Resources (BUMI) yang melonjak 20 persen atau 44 poin ke level 264. Disusul Surya Citra Media (SCMA) yang melesat 17,76 persen atau 38 poin ke 252.

Lalu, Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) yang naik 825 poin atau 10,06 persen ke 9.025 dan Merdeka Battery Materials (MBMA) yang melesat 9,24 persen atau 55 poin ke level 650.

Di sisi top loosers, ada beberapa saham yang belum bisa bangkit. Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR mencatatkan pelemahan 1,55 persen atau 40 poin ke level 2.540. Disusul PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang terkoreksi 1,43 persen atau 50 poin ke 3.450.

Lalu Barito Renewables Energy (BREN) yang melemah 1,20 persen atau 100 poin dan berada di level 8.225. Terakhir, Unilever Indonesia (UNVR) yang menjadi pemberat IHSG setelah anjlo 0,99 persen atau 20 poin ke level 2.010.

Sementara itu, seluruh sektor mencatatkan kenaikan yang signifikan setelah beberapa terakhir ‘terbakar’. Sektor basic-industry menguat 6,52 persen, disusul sektor industrial yang menguat 5,42 persen.

Lalu sektor teknologi menguat 4,91 persen, sektor transportasi naik 4,87 persen, property menguat 4,85 persen, dan energy melesat 4,49 persen. Selanjutnya sektor cyclical menguat 2,67 persen, non-cyclical naik 1,36 persen, kesehatan 2,05 perseninfrastruktur 0,96 persen, dan finance 0,81 persen.

Secara keseluruhan, kinerja IHSG pada sesi terakhir menggambarkan fase rebound yang terkonfirmasi oleh likuiditas dan partisipasi pasar yang solid. 

Indeks tidak hanya menguat secara angka, tetapi juga menunjukkan kualitas penguatan yang didukung struktur transaksi dan penutupan yang stabil di area atas, menjadikan sesi ini sebagai titik penting dalam dinamika pergerakan pasar dalam jangka pendek.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79