Logo
>

Pani Dekati Produksi Perdana MDKA Bidik Lonjakan Emas 2026

MDKA memproyeksikan lonjakan produksi emas pada 2026 seiring Tambang Pani mendekati produksi perdana dan kinerja berkelanjutan Tujuh Bukit di tengah tantangan komoditas global.

Ditulis oleh Yunila Wati
Pani Dekati Produksi Perdana MDKA Bidik Lonjakan Emas 2026
Tambang Pani segera berproduksi, berbagai target ditetapkan oleh MDKA. Foto: Merdeka Copper Gold.

KABARBURSA.COM – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memaparkan prospek pertumbuhan produksi yang lebih besar pada 2026, yang ditopang oleh kontribusi Tambang Emas Pani yang mendekati produksi perdana serta kinerja berkelanjutan Tambang Emas Tujuh Bukit. 

Paparan ini disampaikan bersamaan dengan rilis kinerja operasional dan pendapatan tahun buku 2025 yang menunjukkan pergeseran komposisi kontribusi ke segmen emas di tengah tantangan harga pada nikel dan tembaga.

Presiden Direktur MDKA Albert Saputro, menyatakan pelaksanaan strategi yang disiplin sepanjang 2025 memberikan visibilitas yang kuat terhadap peningkatan produksi pada 2026. MDKA menargetkan total produksi emas sebesar 180.000–205.000 ons, dengan catatan menunggu persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). 

Target tersebut didorong oleh dimulainya kontribusi Tambang Emas Pani serta produksi berkelanjutan dari Tujuh Bukit yang selama ini menjadi tulang punggung segmen emas MDKA.

Produksi Tambang Emas Tujuh Bukit

Pada 2025, Tambang Emas Tujuh Bukit mencatatkan produksi 103.156 ons emas, dengan volume penjualan mencapai 104.168 ons. Harga jual rata-rata melonjak menjadi USD3.138 per ons, meningkat 32 persen secara tahunan. 

Kenaikan harga jual ini berkontribusi langsung pada peningkatan margin dan arus kas, sekaligus mengimbangi pelemahan pendapatan dari segmen lain. Kinerja tersebut ditopang oleh konsistensi penambangan, optimalisasi armada, serta disiplin operasional di tambang.

Tambang Emas Pani yang dioperasikan oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memasuki fase penting pada kuartal IV 2025 dengan dimulainya proses commissioning. Kegiatan yang telah berjalan meliputi penambangan, penghancuran bijih, serta penumpukan bijih hasil penghancuran di area heap leach pad. 

Proses commissioning fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR) juga berlangsung sesuai rencana, memposisikan Pani untuk memasuki tahap irigasi dan produksi emas perdana pada kuartal I 2026. Dengan demikian, Pani diharapkan mulai memberikan kontribusi nyata terhadap profil produksi emas MDKA pada tahun berjalan.

Di segmen nikel, operasi Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) di bawah PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatatkan pertumbuhan produksi yang kuat sepanjang 2025. Produksi saprolit mencapai 7,0 juta wet metric tonnes (wmt), naik 42 persen secara tahunan, sementara produksi limonit meningkat 45 persen menjadi 14,7 juta wmt. 

Target Produksi Nikel

Untuk 2026, operasi nikel MBMA menargetkan produksi 8,0–10,0 juta wmt saprolit dan 20,0–25,0 juta wmt limonit, juga dengan catatan menunggu persetujuan RKAB. Target ini diarahkan untuk mendukung peningkatan skala operasi, arus kas, serta ketahanan laba di tengah volatilitas pasar komoditas.

Penguatan di hulu nikel berjalan seiring dengan pengembangan fasilitas hilir. Proyek-proyek pengolahan seperti Nickel Pig Iron (NPI), Acid Iron Metal (AIM), dan High Pressure Acid Leach (HPAL) dilaporkan terus berkembang sesuai rencana. 

Pengembangan ini memperkuat posisi terintegrasi MDKA dalam rantai nilai bahan baku baterai dan menopang peran Indonesia dalam transisi energi global.

Pada segmen tembaga, Tambang Tembaga Wetar mencatatkan produksi 2.990 ton pada kuartal IV 2025 dan total 10.454 ton sepanjang 2025. MDKA menyebutkan studi masih berlangsung untuk mengevaluasi berbagai opsi perpanjangan umur tambang serta peningkatan tingkat perolehan tembaga jangka panjang. 

Sementara itu, Proyek Tembaga Tujuh Bukit—yang disebut sebagai salah satu proyek tembaga-emas terbesar di dunia yang belum dikembangkan—mencatatkan kemajuan studi kelayakan sepanjang 2025, termasuk perencanaan tambang terintegrasi, program metalurgi, dan optimalisasi proses pengolahan guna mendukung jalur pengembangan jangka panjang.

Kinerja Keuangan Solid

Dari sisi keuangan, MDKA membukukan pendapatan tidak diaudit sebesar USD1,89 miliar pada 2025, setara Rp31,69 triliun dengan asumsi kurs Rp16.767 per dolar AS. Kontribusi segmen emas dan operasi yang terdiversifikasi menjadi penopang utama pendapatan tersebut, terutama ketika pendapatan dari nikel dan tembaga melemah di tengah lingkungan komoditas yang menantang. 

Manajemen menyebut 2025 sebagai periode pelaksanaan strategi dengan pencapaian yang dinilai solid, di mana platform pertumbuhan dimajukan bersamaan dengan upaya menjaga stabilitas operasional di seluruh portofolio aset.

Albert Saputro menegaskan bahwa dengan Tambang Emas Pani yang semakin dekat dengan produksi perdana, kinerja berkelanjutan Tujuh Bukit, serta peningkatan skala bisnis nikel, MDKA berada pada posisi yang kuat untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya. 

Pada saat yang sama, perusahaan menyatakan seluruh pencapaian operasional tetap dibarengi dengan komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG). Sepanjang 2025, inisiatif utama meliputi peningkatan keselamatan kerja, pengelolaan air, efisiensi energi, serta reklamasi progresif untuk memastikan operasional yang bertanggung jawab dan transparan di seluruh lini bisnis.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79