KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 199,87 poin atau 2,52 persen ke level 8.122,60 pada perdagangan hari ini Selasa, 3 Februari 2026. Sepanjang sesi, IHSG bergerak di rentang 7.712,35 hingga 8.122,60 dengan pembukaan di level 7.888,77. Aktivitas transaksi tetap ramai dengan total volume seluruh pasar mencapai 600,10 juta lot dengan nilai transaksi Rp28,83 triliun dan frekuensi 3,26 juta kali. Pada pasar reguler, volume tercatat 569,45 juta lot dengan nilai Rp28,06 triliun dan frekuensi 3,26 juta transaksi.
Di tengah penguatan indeks, pergerakan saham tidak sepenuhnya seragam. Sejumlah emiten masih mencatatkan penurunan dan menempati jajaran saham peringkat terbawah pada perdagangan hari ini, bertepatan dengan mulai bergulirnya implementasi agenda 8 poin reformasi tata kelola dan penguatan integritas pasar oleh Bursa Efek Indonesia.
Saham PT Mulia Industrindo Tbk dengan kode saham MLIA dari sektor industri bahan bangunan dan kaca turun 1,83 persen ke level 322. PT City Retail Developments Tbk berkode NIRO yang bergerak di sektor properti ritel melemah 1,82 persen ke harga 216. Tekanan juga terjadi pada PT Bayan Resources Tbk dengan kode BYAN dari sektor pertambangan batu bara yang turun 1,80 persen ke posisi 15.025.
Dari sektor properti, PT Era Graharealty Tbk dengan kode IPAC terkoreksi 1,78 persen ke level 166. Saham PT Griptha Putra Persada Tbk berkode GRPH yang bergerak di sektor jasa dan pengembangan properti turun 1,75 persen ke harga 56. Di sektor bahan baku makanan, PT Formosa Ingredient Factory Tbk dengan kode BOBA melemah 1,72 persen ke posisi 171.
Selanjutnya, PT Manggung Polahraya Tbk dengan kode MANG dari sektor perdagangan dan distribusi turun 1,72 persen ke level 57. PT Tunas Alfin Tbk berkode TALF dari sektor industri kemasan dan penunjang otomotif melemah 1,61 persen ke harga 610. Saham PT Bhakti Multi Artha Tbk dengan kode BHAT dari sektor jasa keuangan turun 1,60 persen ke level 1.535. Sementara itu, PT Danasupra Erapacific Tbk dengan kode DEFI yang bergerak di sektor perdagangan besar dan distribusi turun 1,59 persen ke harga 186.
Penguatan IHSG yang terjadi bersamaan dengan masih adanya saham-saham yang melemah menunjukkan perbedaan respons antar-emiten terhadap dinamika pasar. Aktivitas perdagangan memperlihatkan pergeseran minat transaksi di pasar, seiring pelaku pasar menyesuaikan strategi di tengah perubahan kebijakan dan tata kelola yang sedang berlangsung di lingkungan pasar modal nasional.(*)