Logo
>

IHSG Ditutup Merah di 6.318, Asing Masih Keluar Rp130 Miliar

IHSG kembali melemah pada penutupan perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Tekanan asing masih membayangi pasar, sementara saham TPIA masuk jajaran top losers.

Ditulis oleh Syahrianto
IHSG Ditutup Merah di 6.318, Asing Masih Keluar Rp130 Miliar
IHSG ditutup melemah ke level 6.318 pada perdagangan Rabu di tengah tekanan jual asing dan volatilitas pasar. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026. Tekanan jual asing masih mendominasi pasar di tengah volatilitas global dan meningkatnya aksi profit taking pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup turun 52,18 poin atau melemah 0,82 persen ke level 6.318,50. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 6.215,56 hingga 6.459,56.

Nilai transaksi harian tercatat mencapai Rp39,63 triliun dengan volume perdagangan sekitar 396,32 juta lot saham dan frekuensi transaksi mencapai 2,47 juta kali. Rata-rata nilai transaksi harian berada di kisaran Rp17,44 triliun.

Arus dana asing masih menunjukkan tekanan keluar dari pasar domestik. Data foreign-domestic activity mencatat nilai beli asing mencapai Rp8,26 triliun, sedangkan nilai jual asing mencapai Rp8,39 triliun.

Dengan demikian, pasar mencatat net foreign sell sebesar Rp130,88 miliar di pasar reguler. Porsi transaksi domestik masih mendominasi perdagangan dengan kontribusi sekitar 60,13 persen dari total nilai transaksi.

Dari sisi volume transaksi, investor domestik juga mendominasi dengan kontribusi 75,68 persen. Sementara itu, kontribusi transaksi asing terhadap frekuensi perdagangan tercatat sekitar 23,03 persen.

Tekanan pasar terlihat pada sejumlah saham big caps yang masuk daftar top losers perdagangan hari ini. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi salah satu saham yang paling tertekan setelah turun 14,74 persen ke level 2.660.

Selain TPIA, saham PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) melemah 14,67 persen ke level 785. Saham PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) juga turun 14,66 persen ke posisi 396.

Kemudian saham PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) turun 14,59 persen ke level 1.610. Sementara saham PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) menjadi top loser utama setelah turun 15 persen ke level 510.

Di tengah tekanan IHSG, beberapa saham masih mampu mencatat penguatan signifikan. Saham PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) memimpin daftar top gainers setelah melonjak 29,33 persen ke level 194.

Saham PT Super Energy Tbk (SURE) juga menguat 24,89 persen ke posisi 2.960. Selain itu, saham PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) naik 24,81 persen menjadi 1.610.

Penguatan juga terjadi pada saham PT Inter Delta Tbk (INTD) yang naik 24,35 persen ke level 286. Sementara saham PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) menguat 19,75 persen ke level 7.125.

Pergerakan IHSG sepanjang hari sempat menunjukkan volatilitas tinggi. Setelah sempat bergerak menguat pada awal sesi, indeks berbalik melemah tajam menjelang tengah hari sebelum akhirnya bergerak sideways hingga penutupan perdagangan.

Tekanan terhadap IHSG masih dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik, mulai dari penguatan dolar AS, ketidakpastian arah suku bunga global, hingga aksi reposisi investor menjelang implementasi rebalancing MSCI akhir Mei 2026.(*)(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.