Logo
>

PTPP Rombak Pengurus usai RUPS, Novel Arsyad Tetap Jadi Dirut

PT PP (Persero) Tbk menyetujui perubahan anggaran dasar dan susunan pengurus dalam RUPS Tahunan 2025.

Ditulis oleh Syahrianto
PTPP Rombak Pengurus usai RUPS, Novel Arsyad Tetap Jadi Dirut
RUPS Tahunan PTPP menyetujui perubahan pengurus dan strategi penguatan bisnis perusahaan. (Foto: Dok. PTPP)

KABARBURSA.COM – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) merombak susunan pengurus sekaligus menyetujui perubahan anggaran dasar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Kantor Pusat PTPP, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui tujuh agenda utama, mulai dari pengesahan laporan keuangan, penetapan auditor, remunerasi pengurus, hingga perubahan susunan direksi dan komisaris perusahaan.

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan perusahaan akan tetap fokus menjaga kinerja operasional dan keuangan melalui strategi bisnis yang prudent serta penguatan fundamental perusahaan.

“PTPP akan terus fokus pada penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan melalui optimalisasi portofolio proyek, peningkatan operational excellence, serta penguatan daya saing Perseroan di tengah dinamika industri konstruksi nasional,” ujar Joko Raharjo.

Pada agenda perubahan pengurus, pemegang saham kembali menetapkan Novel Arsyad sebagai Direktur Utama PTPP. Sementara posisi Direktur Keuangan ditempati Faizal Rahmad dan Direktur Manajemen Risiko & Legal dijabat Tommy Wiranata A.

PTPP juga menetapkan I Gede Upeksa Negara sebagai Direktur Strategi Korporasi dan HCM, Yul Ari Pramuraharjo sebagai Direktur Operasi Bidang Infrastruktur, serta Yuyus Juarsa sebagai Direktur Operasi Bidang Gedung. Pada jajaran komisaris, Dhony Rahajoe ditetapkan sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen.

Selain pergantian pengurus, RUPS juga menyetujui perubahan anggaran dasar terkait pengalihan 31,61 juta saham Seri B dari PT Danantara Asset Management (Persero) kepada BP BUMN. Saham tersebut selanjutnya diubah menjadi saham Seri A Dwiwarna untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang BUMN.

Di tengah tekanan industri konstruksi nasional, PTPP menyatakan masih mampu menjaga pertumbuhan kontrak baru sepanjang 2025. Perseroan mencatat perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp24,95 triliun sepanjang tahun buku 2025.

Kontrak tersebut didominasi proyek pemerintah sebesar 45 persen, diikuti proyek BUMN 35 persen dan proyek swasta 20 persen. Dari sisi sektor, kontribusi terbesar berasal dari proyek gedung sebesar 35 persen, jalan dan jembatan 16 persen, pertambangan 12 persen, serta pembangkit listrik 11 persen.

Sejumlah proyek besar yang menopang kontrak baru PTPP antara lain PLTGU Batam, New Priok East Access Phase II, Tol Kataraja Phase 2, Fuel Pipeline Cikampek–Plumpang, Gedung DPD IKN, hingga proyek Bendungan Karian–Serpong Water Conveyance System Paket 1.

Perwakilan BP BUMN dalam rapat juga memberikan perhatian terhadap kondisi keuangan perusahaan. Menurut BP BUMN, PTPP dinilai berhasil menjaga arus kas operasi tetap positif dan menurunkan liabilitas perusahaan secara berkelanjutan di tengah tekanan sektor konstruksi.

“Pencapaian tersebut dinilai mencerminkan efektivitas strategi penguatan fundamental bisnis dan implementasi manajemen keuangan yang prudent di tengah dinamika industri konstruksi nasional,” tulis manajemen dalam keterangan resminya.

Dari sisi tata kelola, PTPP juga melaporkan peningkatan skor ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) menjadi 101,69 poin. Nilai tersebut membuat PTPP masuk kategori “Leadership in Corporate Governance” atau Level 5.

Sementara itu hingga April 2026, PTPP telah membukukan kontrak baru sebesar Rp6,88 triliun. Mayoritas berasal dari proyek pemerintah dengan kontribusi 82 persen, disusul proyek BUMN 10 persen dan swasta 8 persen.

Saham PTPP Masih Terkoreksi

Di tengah pelaksanaan RUPS Tahunan dan perombakan susunan pengurus, pergerakan saham PT PP (Persero) Tbk (PTPP) masih berada dalam tekanan pasar.

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 13.59 WIB, Rabu, 20 Mei 2026, saham PTPP berada di level Rp218 atau turun 2 poin setara 0,91 persen dibanding penutupan sebelumnya. Saham sempat dibuka di level Rp220 dan bergerak dalam rentang Rp212 hingga Rp226 sepanjang sesi perdagangan.

Nilai transaksi saham PTPP tercatat sekitar Rp1,19 miliar dengan volume perdagangan mencapai 54,23 ribu lot dan frekuensi transaksi sebanyak 555 kali. Posisi harga rata-rata perdagangan berada di level Rp219.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.