KABARBURSA.COM — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tertahan di tengah ketidakpastian global akibat perang Iran membuka ruang bagi strategi trading jangka pendek. Sejumlah saham mulai menunjukkan sinyal teknikal menarik setelah mengalami fase koreksi.
Laporan Semesta Indovest Sekuritas mencatat IHSG kemarin sempat melemah 0,68 persen ke level 7.623 sebelum akhirnya longsor sedikit ke 7.621 pada penutupan perdagangan. Tekanan datang seiring aksi jual investor asing yang mencapai Rp1,23 triliun di pasar reguler, dengan distribusi terbesar pada saham perbankan dan komoditas.
Di tengah kondisi tersebut, arah pasar dinilai belum akan bergerak agresif dalam waktu dekat. “IHSG akan bergerak secara sideways seiring sikap wait and see terhadap perkembangan geopolitik Timur Tengah,” tulis riset tersebut.
Meski demikian, peluang tetap muncul di level saham individual. Dalam analisis teknikal, sejumlah saham menarik diperhatikan untuk strategi buy on weakness dan memanfaatkan potensi rebound dari area support.
Saham PT Astra International Tbk (ASII) menjadi salah satu yang disorot. Setelah mengalami koreksi, pergerakan harga dinilai mulai membentuk pola pembalikan arah. Indikasi ini terlihat dari terbentuknya pola inverted hammer di area support, yang membuka peluang kelanjutan penguatan.

Di sektor energi, saham PT AlamTri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga masuk dalam radar. Harga yang sempat terkoreksi kini menunjukkan penolakan di level support dan membentuk pola bullish engulfing, sinyal yang kerap diartikan sebagai awal penguatan lanjutan.
“Harga bergerak pada tren bullish lalu terkoreksi dan menolak pada level support, membentuk pola bullish engulfing,” tulis riset tersebut.

Sementara itu, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memperlihatkan pola serupa. Setelah mengalami koreksi jangka pendek, harga kembali menguat dari area support dan berpotensi melanjutkan tren naik dalam jangka pendek.

Di sektor konsumsi, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) juga dinilai mulai stabil. Rebound dari area support yang disertai terbentuknya pola bullish marubozu mencerminkan adanya tekanan beli yang cukup kuat di pasar.

Secara umum, kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun IHSG bergerak terbatas, dinamika di level saham tetap aktif. Fase sideways justru menjadi ruang bagi investor untuk mengakumulasi saham-saham yang telah terkoreksi dan mulai menunjukkan sinyal teknikal positif.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.