KABARBURSA.COM — Setelah terjungkal tajam sehari sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan masih berjalan di medan yang rapuh. Tekanan jual yang muncul serentak pada perdagangan Rabu membuat pasar belum sepenuhnya keluar dari fase koreksi teknikal.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai koreksi IHSG yang mencapai 7,35 persen ke level 8.320 bukan sekadar reaksi sesaat, melainkan bagian dari struktur gelombang yang masih membuka ruang pelemahan lanjutan. Dalam riset MNCS Daily Scope Wave Kamis, 29 Januari 2026, ia menjelaskan IHSG saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave (c) dari wave [iv] dari wave 3.
Struktur tersebut membuat indeks masih rawan tergelincir lebih dalam. Herditya memproyeksikan area pelemahan lanjutan berada di kisaran 8.127 hingga 8.168. “Posisi IHSG saat ini masih rawan melanjutkan koreksinya,” tulis Herditya dalam risetnya.
Tekanan teknikal kian terasa karena koreksi kali ini disertai dengan munculnya gap pada rentang 8.595 hingga 8.873, yang menandakan pelepasan saham terjadi cukup agresif. Kondisi tersebut mencerminkan pasar belum sepenuhnya menemukan titik keseimbangan baru setelah guncangan sentimen sebelumnya.
Meski demikian, Herditya melihat peluang technical rebound masih terbuka selama IHSG mampu bertahan di atas area support kunci. Area penguatan terdekat diperkirakan berada pada rentang 8.374 hingga 8.490, dengan resistance jangka pendek di level 8.354 dan 8.414. Adapun support penting berada di 8.187 dan 8.137.
Dalam jangka sangat pendek, MNC Sekuritas masih memandang pergerakan IHSG cenderung fluktuatif dengan kecenderungan teknikal bullish terbatas. Artinya, peluang penguatan ada, tetapi masih bersifat reaktif dan rentan dipatahkan jika tekanan jual kembali meningkat.
Di tengah kondisi pasar yang belum stabil, Herditya menyarankan investor lebih selektif dan fokus pada saham-saham yang secara teknikal mulai mendekati area menarik. Sejumlah saham dinilai layak dipantau dengan pendekatan buy on weakness.
Saham PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) dinilai sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave 4, dengan koreksi yang masih tertahan oleh rata-rata pergerakan 20 hari. Saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) juga masuk radar, meski sebelumnya terkoreksi cukup dalam, karena diperkirakan berada pada fase awal wave A dari wave (4).
Sementara itu, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) dinilai masih mampu bertahan di atas MA20 dan berada pada bagian wave 4 dari wave (C), yang secara teknikal membuka peluang pemantulan bertahap. Adapun saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) disebut berada di akhir wave [iii] dari wave C dari wave (4), sehingga berpotensi membentuk dasar koreksi.
“Fokus utama investor saat ini adalah menjaga manajemen risiko dan tidak terburu-buru mengejar harga,” tulis Herditya dalam catatannya.
Dengan struktur teknikal yang masih rapuh dan sentimen pasar yang belum sepenuhnya pulih, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan tetap diwarnai tarik-menarik antara upaya pemantulan dan tekanan jual lanjutan. Investor jangka pendek disarankan disiplin pada area support dan resistance, sementara pelaku jangka menengah cenderung menunggu konfirmasi arah sebelum kembali agresif ke pasar.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.