Logo
>

IHSG Melemah, ini 10 Saham Peringkat Terbawah Top Loser

Nilai transaksi pasar tercatat mencapai sekitar Rp13,09 triliun dengan volume perdagangan sekitar 266,30 juta lot

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Melemah, ini 10 Saham Peringkat Terbawah Top Loser
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026, berakhir di zona merah di tengah tekanan jual yang masih mendominasi pasar. IHSG ditutup melemah ke level 7.362,12 atau turun sekitar 0,37 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sepanjang sesi perdagangan, indeks sempat bergerak pada kisaran 7.323 hingga 7.436.

Nilai transaksi pasar tercatat mencapai sekitar Rp13,09 triliun dengan volume perdagangan sekitar 266,30 juta lot dan frekuensi transaksi sekitar 1,60 juta kali. Tekanan jual yang terjadi di sejumlah saham membuat beberapa emiten masuk dalam daftar top loser atau saham dengan penurunan terdalam pada hari ini.

Saham yang mencatat pelemahan paling dalam ditempati oleh PT Buana Lintas Lautan Tbk dengan kode saham BULL. Emiten yang bergerak di sektor pelayaran dan transportasi laut tersebut ditutup di level 364 setelah turun 30 poin atau terkoreksi 7,61 persen. Nilai transaksi saham ini mencapai sekitar Rp97,53 miliar dengan volume perdagangan sekitar 2,59 juta saham.

Di posisi kedua terdapat PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk dengan kode saham VKTR yang bergerak di sektor kendaraan listrik dan teknologi transportasi. Saham VKTR turun 60 poin atau 7,59 persen ke level 730 dengan nilai transaksi sekitar Rp32,55 miliar dan volume perdagangan sekitar 435,24 ribu saham.

Selanjutnya, saham PT Berkah Prima Perkasa Tbk dengan kode saham BLUE juga mengalami tekanan jual cukup dalam. Emiten yang bergerak di sektor perdagangan dan distribusi tersebut melemah 290 poin atau 7,49 persen ke level 3.580 dengan nilai transaksi sekitar Rp4,68 miliar dan volume perdagangan sekitar 12,84 ribu saham.

Penurunan juga dialami oleh PT Sekar Bumi Tbk berkode saham SKBM. Perusahaan yang bergerak di sektor industri makanan dan produk hasil laut ini turun 55 poin atau 7,48 persen ke level 680. Nilai transaksi saham SKBM tercatat sekitar Rp521,51 juta dengan volume perdagangan sekitar 7,49 ribu saham.

Saham PT Tira Austenite Tbk dengan kode saham TIRA juga masuk dalam daftar saham yang mengalami pelemahan signifikan. Emiten yang bergerak di sektor distribusi bahan industri tersebut turun 80 poin atau sekitar 7,41 persen ke level 1.000 dengan nilai transaksi sekitar Rp73,46 juta dan volume perdagangan sekitar 731 saham.

Tekanan jual juga terlihat pada saham PT Leyand International Tbk dengan kode saham LAPD yang ditutup turun 7 poin atau 7,37 persen ke level 88. Perusahaan yang bergerak di sektor pembangkit listrik ini mencatat nilai transaksi sekitar Rp820,42 juta dengan volume perdagangan sekitar 88,85 ribu saham.

Di posisi berikutnya terdapat saham PT Pacific Strategic Financial Tbk dengan kode saham APIC yang bergerak di sektor jasa keuangan dan investasi. Saham APIC turun 105 poin atau 7,27 persen ke level 1.340 dengan nilai transaksi sekitar Rp198,80 juta serta volume perdagangan sekitar 1,48 ribu saham.

Sementara itu, saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk dengan kode saham KIOS juga mengalami pelemahan. Emiten yang bergerak di sektor teknologi dan layanan digital tersebut turun 8 poin atau 7,14 persen ke level 104 dengan nilai transaksi sekitar Rp1,53 miliar dan volume perdagangan sekitar 141,85 ribu saham.

Saham PT Trust Finance Indonesia Tbk dengan kode saham TRUS turut masuk dalam daftar saham yang mengalami penurunan. Emiten yang bergerak di sektor pembiayaan ini terkoreksi 30 poin atau 7,14 persen ke level 390 dengan nilai transaksi relatif kecil sekitar Rp122 ribu dan volume perdagangan hanya sekitar 3 saham.

Daftar top loser hari ini ditutup oleh saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk dengan kode saham PIPA. Emiten yang bergerak di sektor distribusi bahan bangunan tersebut melemah 9 poin atau sekitar 7,09 persen ke level 118 dengan nilai transaksi sekitar Rp1,35 miliar dan volume perdagangan sekitar 111,87 ribu saham.

Secara teknikal, tekanan pada IHSG masih terlihat cukup kuat. Dalam riset harian yang dirilis oleh MNC Sekuritas, indeks disebut masih berada dalam fase koreksi lanjutan. Posisi IHSG saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave y dari wave 4 atau wave (2), sehingga pergerakannya masih berpotensi melanjutkan pelemahan jangka pendek.

MNC Sekuritas memperkirakan area 7.265 hingga 7.298 menjadi zona koreksi terdekat yang perlu dicermati oleh pelaku pasar. Sementara itu, apabila IHSG mampu berbalik menguat, indeks diperkirakan memiliki peluang bergerak menuju area resistance pada kisaran 7.573 hingga 7.701. Dalam kondisi pasar yang masih berfluktuasi ini, investor disarankan lebih selektif dalam memilih saham, terutama pada emiten yang memiliki fundamental kuat serta likuiditas transaksi yang stabil. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".