Logo
>

IHSG Menguat ke 8.767, RLCO Masih Catat ARA

Total transaksi pasar pada pembukaan sesi I pagi ini mencapai 8,21 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp572,11 miliar dari 67.390 transaksi.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Menguat ke 8.767, RLCO Masih Catat ARA
Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka menguat pada perdagangan Kamis 11 Desember 2025. Indeks mencatat kenaikan 66,53 poin atau 0,76 persen ke level 8.767,46 pada pembukaan sesi I.

Total transaksi pasar pada pembukaan sesi I pagi ini mencapai 8,21 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp572,11 miliar dari 67.390 transaksi.

Aktivitas asing menunjukkan pergerakan campuran, dengan nilai foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp8,14 triliun dan foreign sell Rp8,19 triliun, sehingga mencatat net foreign sell sebesar Rp43,21 miliar.

Sementara pada pasar reguler, net sell asing meningkat ke Rp126,27 miliar, menandakan tekanan jual selektif masih berlangsung. Di sisi lain, aktivitas tunai dan negosiasi mencatat net foreign buy sebesar Rp83,06 miliar.

Di antara saham yang mencuri perhatian, PT Lestari Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), perusahaan sektor consumer non-cyclicals sarang burung walet yang baru tercatat di Bursa Efek Indonesia, kembali menggapai Auto Reject Atas atau ARA usai melonjak 25 persen ke harga 440.

Adapun selama tiga hari beruntun setelah mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia pada Senin, 8 Desember 2025, RLCO selalu mencatatkan ARA hingga akhir perdagangan.  

Penguatan signifikan juga terjadi pada PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) dari sektor consumer cyclicals yang terbang 25 persen ke 1.075.

Saham PT Citatah Tbk (CTTH), emiten sektor basic materials, turut menguat 15 persen ke level 138. Dari sektor industrial goods, PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) naik 14,17 persen ke 274.

Tidak ketinggalan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) dari sektor infrastruktur digital melesat 13,70 persen ke 15.975, didorong permintaan tinggi pada saham telekomunikasi berkapitalisasi besar.

Di sisi lain, tekanan jual membayangi saham-saham sektor transportasi dan ritel. PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) mengalami penurunan terdalam, anjlok 14,85 persen ke 172.

PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) dari sektor consumer cyclicals turun 12,88 persen ke 284. PT Imago Mulia Persada Tbk (LFLO) melemah 8,90 persen ke 665, sedangkan PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) turun 6,11 persen ke 123.

Dari sisi sektoral, pergerakan juga bervariasi. Infrastruktur memimpin penguatan dengan naik 3,71 persen, disusul energi yang naik 0,92 persen dan basic industrials yang bertambah 0,87 persen.

Sektor finance turut menguat 0,63 persen dan properti meningkat 0,61 persen. Sementara itu, sektor teknologi terkoreksi tipis 0,25 persen dan sektor transportasi turun 0,19 persen.(*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".